SABANG, ATJEHDAILY.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Inspektorat Jenderal melaksanakan program Jaga Pangan di wilayah perbatasan-perbatasan termasuk Kota Sabang, agar dapat mewujudkan Kedaulatan Pangan dengan membangun Ketahanan Pangan dari titik-titik terluar Indonesia.
“Pangan adalah sektor yang sangat penting bagi bangsa, negara dan masyarakat Kita. Untuk itu, Kami perlu membangun sinergi dengan Forkopimda Kota Sabang agar bersama-sama mengawal dan mendukung tercapainya keberhasilan program ini sehingga targetnya dapat terpenuhi tepat waktu,” kata Irjen Kementerian Pertanian RI, DR. Jan S Maringka, SH, MH.
Pada kunjungannya, Irjen Kementan RI ini juga menjadi pembina Apel Siaga Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Optimalisasi Fungsi Karantina Wilayah Perbatasan dan Wilayah Terluar yang diselenggarakan di Tugu Prasasti Titik Nol Kilometer Kota Sabang.
“Apel Siaga PMK di Titik Nol Kilometer Kota Sabang yang telah kita laksanakan, adalah salah satu upaya dalam rangka mendorong Badan Karantina Pertanian untuk terus meningkatkan fungsi penjagaan lalu lintas hewan, tumbuhan dan produknya di seluruh tempat masuk atau keluar, baik bandar udara, pelabuhan laut dan pos lintas batas negara yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Jan turut mengapresiasi Pemerintah Kota Sabang khususnya Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, yang telah berhasil meniadakan kasus Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) atau Zero PMK di Kota Sabang, sebagaimana tercatat pada data Dinas Peternakan Aceh per tanggal 26 Agustus 2022.











