Jubir Pemerintah Aceh Kurang Beradab

oleh -684 Dilihat

Lebih lanjut Ketua Relawan Bansogom Aceh ini mengungkapkan, secara moral pihaknya malu dan menyesalkan pernyataan tersebut.

“Cina saja yang negara komunis, yang pertama diburu adalah mendirikan rumah sakit terbesar dengan berbagai fasilitasnya, sebulan selesai. Kita di Aceh yang mengakui daerah Serambi Mekkah, malah proyek pengadaan tanah kuburan yang dikedepankan, inikan sangat miris dan membuat hati rakyat teriris,” sesalnya.

Padahal sebutnya, dalam situasi dan kondisi apapun pemerintah atau negara harus hadir ditengah-tengah rakyat dalam bentuk dan resiko apapun sehingga masyarakat tidak disungguhkan informasi hoax yang tidak mendidik.

“Saya harap kepada Plt. Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT untuk lebih selektif menempatkan pejabat yang berhubungan langsung dengan ranah publik. Seperti Tupoksi seorang jubir tentu harus memiliki kemampuan retorika dan bijak dalam memilih dan memilah bahasa dan info yang disampaikan, layak atau tidak,” ujar Maop.

“Plt. Gubernur Aceh sudah saatnya mengevalusi oknum jubir tersebut, sebelum menuai bullyan yang akhirnya hilangnya kepercayaan masyarakat Aceh terhadap Pemerintah Aceh saat ini,” tegas pria yang sering dipanggil Maop. (PU/Red/Rls)