Arahan Jokowi Kepada Kepala Daerah: Tunda Mudik Idul Fitri!

oleh -707 Dilihat
oleh
Arahan Jokowi tunda mudik idul fitri bagi umat Islam

“Setelah sosialisasikan larangan mudik kita gencarkan, persentasi orang yang berencana mudik memang semakin turun, yaitu sebesar 7 persen saja. Namun angkanya tetap tinggi, yaitu sebanyak 18,9 juta. Ini adalah angka yang sangat banyak dengan potensi penularan yang sangat luas. Oleh karena itu. Sekali lagi saya tegaskan, pemerintah daerah dibantu Forkopimda harus tetap berhati-hati dan terus sosialisasikan tunda mudik kepada masyarakat,” begitulah arahan Jokowi.

Dalam pengarahannya, Presiden juga menginstruksikan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk terus memacu cakupan vaksinasi covid-19 di daerah masing-masing, agar herd immunity bisa segera terbentuk.

“Hingga kemarin, Senin 27 April, baru 19 juta dosis vaksin yang disuntikkan. Oleh karena itu terus sosilisasikan dan gencarkan vaksinasi di daerah masing-masing, karena target kita pada Bulan Juli 2021 sebanyak 70 juta dosis harus sudah digunakan,” kata Presiden.

Selanjutnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga berpesan kepada para kepala daerah agar segera membelanjakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerahnya, karena peredaran dana APBD akan turut berimbas pada aktifitas ekonomi daerah.

“Berdasarkan catatan saya, ada dana sebesar 182 triliun lebih masih menumpuk di perbankan daerah. Ini tidak boleh terjadi, segera belanjakan agar uangnya berputar di masyarakat. Hingga akhir Maret 2021 belanja APBD terutama belanja modal masih sangat minim, yaitu hanya sebesar 5,3 persen saja. Sementara itu, belanja pegawai sudah mencapai 63 persen. Sekali lagi saya tegaskan, segera belanjakan APBD, karena perputaran uang di suatu daerah akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi,” kata Presiden.

Poin terakhir, Presiden menyoroti masih adanya investor yang merasa proses perizinan di Indonesia masih berjalan lambat. Padahal, sambung Presiden, kemudahan proses perizinan akan membangkitkan gairah investasi di Indonesia.

Undang-undang Cipta Kerja mengamanatkan kemudahan investasi, termasuk proses perizinannya. Investasi menjadi salah satu kunci mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional untuk bangkit di tengah pandemi global saat ini. Investasi akan berimbas pada pendapatan negara, investasi akan membuka lapangan kerja baru yang secara langsung berimbas pada upaya pengurangan angka kemiskinan,” imbuh Presiden.

Dalam kegiatan yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat ini, Presiden turut didampingi oleh Wapres Ma’ruf Amin, Menkopolhukam Mahfud MD, Mendagri Tito Karnavian, Mensesneg Pratikno dan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (rp)