Pemerintah Aceh Tidak Anti Kritik

oleh -781 Dilihat

BANDA ACEH, (AD) | Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Pemerintah Aceh, Nova Iriansyah menegaskan, Kritik itu wajib dan harus, agar pemerintah tetap berjalan diatas relnya.

Menurutnya, siapapun punya hak untuk mengoreksi dan mengkritik pemerintah Aceh, selama itu untuk membangun dan penyemangat bagi pemimpinnya.

Apalagi adik adik mahasiswa Nova mengimbau agar mahasiswa harus kritis terhadap kebijakan dan program yang sedang dan akan dijalankan Pemerintah Aceh.

Meski demikian, Nova mengingatkan agar kritik yang disampaikan dengan penuh tanggungjawab dan beretika.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Gubernur, saat menerima kunjungan aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM) Fisip se-Aceh, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Kamis (23/1/2020).

“Dalam menjalankan roda pemerintahan, saya tentu membutuhkan masukan dan sumbangan saran, dan kritik adalah salah satu bentuk sumbang masukan. Sebagai mahasiswa, kalian tidak boleh berhenti mengkritik pemerintah. Jika kalian berhenti mengkritik, maka pemerintah bisa kehilangan arah. Namun, kritik tentu harus disampaikan dengan rasa tanggungjawab dan beretika. Yang saya tidak suka itu fitnah, freaknews, bullying,” ujar Nova.

Plt Gubernur menjelaskan, berbagai bentuk bullying dan freaknews yang berkembang di media sosial (medsos) selama ini adalah pembelajaran yang tidak baik bagi generasi muda.

“Segala usia bisa mengakses medsos. Nah, adik-adik, kalian mulai dari sekolah dasar hingga SMA tentu dapat membaca praktik bullying, hoax dan freaknews di medsos yang sangat tidak beretika. Hal ini tentu menjadi contoh yang tidak baik bagi generasi mendatang karena kalianlah yang nantinya akan menggantikan kami memimpin negeri ini,” tegasnya.

Di sisi lain, Plt juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mengumpulkan mahasiswa, memberi bantuan dan mengharuskan mahasiswa mendukung dan satu suara dengan dengan segala kebijakan pemerintah.

No More Posts Available.

No more pages to load.