Pangdam IM: Penyerapan Gabah Petani Aceh Catat Rekor Tertinggi

oleh -679 Dilihat

Banda Aceh (AD)- Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut, terlihat dari sinergi yang erat antara Kodam Iskandar Muda dan Perum BULOG Kantor Wilayah Aceh, yang berhasil merealisasikan penyerapan gabah dan beras sebesar 82.578,80 ton, atau setara 151,55 persen dari target awal yang ditetapkan.

Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han)., dalam keterangannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras semua pihak, terutama peran aktif para Bintara Pembina Desa (Babinsa) di jajaran Kodam IM, yang terus mendampingi para petani di lapangan.

BACA..  Ratusan Personel Polda Aceh Ikuti Donor Darah

Keterlibatan langsung Babinsa dalam proses panen dan distribusi dinilai sangat krusial dalam memastikan hasil panen terserap secara maksimal oleh BULOG.

“Kolaborasi Kodam Iskandar Muda dengan Perum BULOG Aceh telah membuahkan hasil yang sangat positif. Dari target penyerapan sebesar 54.490 ton setara beras yang terdiri atas 5.672,45 ton beras dan 97.635,10 ton Gabah Kering Panen (GKP), kami berhasil melampaui target tersebut. Ini adalah pencapaian luar biasa berkat sinergi semua unsur,” ujar Pangdam IM, Kamis 1 Mei 2025.

BACA..  Dinamika JKA, Gubernur Mualem: Tidak Mengubah Nilai Perjuangan dan Keadilan Sosial

Mayjen TNI Niko Fahrizal menjelaskan bahwa, pencapaian ini bukan hanya angka semata, tetapi mencerminkan keberhasilan strategi terintegrasi antara TNI, BULOG, dan pemerintah daerah dalam membangun ketahanan pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

BACA..  Dinamika JKA, Gubernur Mualem: Tidak Mengubah Nilai Perjuangan dan Keadilan Sosial

Ia menekankan pentingnya penguatan peran Babinsa sebagai ujung tombak di lapangan yang memahami kondisi riil petani dan pertanian di desa-desa binaannya.

Lebih lanjut, Pangdam IM menuturkan bahwa keberhasilan ini turut didukung oleh komitmen pemerintah daerah dalam memastikan harga gabah di tingkat petani tetap stabil.