Santri Melek Media, Penyiaran Berkualitas: Langkah Menuju Generasi Informasi

oleh -2276 Dilihat

Amin menggarisbawahi pentingnya pendidikan yang holistik dan terintegrasi, khususnya bagi para santri. “Santri tidak hanya harus memahami ilmu agama, tetapi juga harus membekali diri dengan pengetahuan umum dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi positif kepada Masyarakat”

Amin juga menyampaikan, Pendidikan yang baik dan berimbang diharapkan dapat mencetak santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepemimpinan yang kuat dan kemampuan untuk memecahkan masalah secara kreatif.

“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media digital, penting bagi santri untuk memiliki kemampuan literasi media yang baik. Literasi media menjadi kunci dalam menghadapi berbagai informasi yang ada di dunia maya, serta dalam membentuk sikap kritis dan bijak dalam menggunakan teknologi” tandasnya.

Sebelum memulai Materi berikutnya Putri menyimpulkan, Di era digital ini, santri tidak hanya harus menguasai ilmu agama dan akademik, tetapi juga harus memahami cara berinteraksi dengan media secara cerdas. Literasi media membantu santri untuk menyaring informasi yang benar, menghindari hoaks, dan memanfaatkan media digital secara positif.

Sementara itu, Teuku Zulkhairi, wakil ketua KPI Aceh yang bertindak sebagai pemateri berikutnya mengatakan saat ini ada dua tantangan krusial yang dihadapi oleh generasi muda Aceh khususnya dan generasi muda Indonesia umumnya, dimana kedua tantangan ini menjadi persoalan serius yang menerpa kaum muda.

 

 

“Tantangan pertama yaitu sabu-sabu dimana saat ini banyak sekali generasi muda Aceh yang terjebak dengan racun sabu-sabu baik sebagai konsumen maupun pengedar. Dan yang kedua yaitu persoalan krusial yang datang dari Android, dimana Andorid yang seharusnya memberi banyak manfaat jika digunakan secara betul, tapi justru digunakan untuk main judi online dan game yang sangat melalaikan,” ujar Teuku Zulkhairi.

Ia juga mengatakan, bersyukur para santri dimana selama mondok di pesantren mereka dilarang menggunakan Android. Sebab, di liat pesantren banyak sekali generasi muda Aceh yang terjebak dengan game-game yang melalaikan di Android mereka dan tidak sedikit yang bermain judi online. Makanya dikatakan bahwa sabu-sabu dan Android adalah dua tantangan besar generasi muda Aceh saat ini.

D sisi lain, ia juga mengatakan bahwa jika nantinya para santri sudah selesai mondok, sudah selesai nyantri dan sudah memegang Android, maka ingatlah bahwa tontonan apapun di Android kita yang berasal dari media sosial itu akan mempengaruhi karekter dan sikap kita.

“Begitu juga dengan informasi yang ada di konten apapun di media sosial itu semuanya harus kritis dalam kita menerimanya. Semua informasi itu ada kemungkinan benar dan ada kemungkinan salah,” ujatnya .

Literasi Media ini juga menyertakan sesi diskusi yang memberikan kesempatan bagi para santri untuk berinteraksi langsung dengan pemateri yang dipandu oleh Putri. Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan motivasi tambahan bagi para santri untuk terus berusaha dan berkembang.

“Dengan harapan besar, acara ini menjadi titik awal bagi para santri untuk mengarahkan diri mereka menuju masa depan yang gemilang sebagai pemimpin yang visioner dan berintegritas. Pendidikan yang giat dan berfokus pada pengembangan diri diharapkan dapat menghasilkan generasi masa depan yang mampu menghadapi tantangan dan menciptakan perubahan positif di Masyarakat” Pungkas Putri menutup sesi diskusi Literasi Media.(R)