Pangdam IM: Media Sosial Harus Jadi Alat Pemersatu, Bukan Pemecah Belah

oleh -1277 Dilihat

“Kita semua bertanggung jawab untuk menciptakan suasana yang damai, kondusif, dan harmonis demi menjaga keutuhan masyarakat Aceh,” tegasnya.

Selain itu, Pangdam IM meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil resmi pemungutan suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia menekankan bahwa hasil akhir adalah keputusan yang telah melalui proses demokratis dan harus diterima dengan lapang dada.

Harapannya, masyarakat Aceh dapat terus menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik dan berinteraksi di dunia maya. “Kami berharap seluruh masyarakat dapat tetap fokus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menjadikan media sosial sebagai sarana edukasi, bukan pemecah belah,” kata Pangdam IM.

Pangdam IM mengakhiri keterangannya dengan mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga stabilitas dan keamanan di Aceh. “Mari kita jadikan media sosial sebagai alat untuk membangun, bukan merusak. Semangat persatuan harus selalu menjadi prioritas utama kita,” pungkasnya.

Imbauan ini sekaligus menegaskan komitmen Pangdam IM dalam mendukung terciptanya suasana damai dan kondusif pasca Pilkada Aceh, demi keberlanjutan pembangunan di wilayah tersebut. (*)