Cut Marlina: Bangun SDN 1 Dengan Pendidikan Hydroponik dan Agama
KUALASIMPANG (AD) – Cut Marlina, Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 (SDN 1) Kampung (Desa) Sriwijaya, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Provinsi Aceh. Membangun ‘doqma’ murid harus dimulai dari Agama dan bakat yang disesuaikan dengan kurikulum.
Agaknya, cita-cita seorang Cut Marlina sangat simpel dan sederhana, sebab untuk menumbuh kembangkan mental dan idiologi anak harus dimulai dengan pendidikan agama yang kokoh.

Baru kemudian mengembangkan bakat dan kemampuan para murid disekolah, mempraktik-kan budidaya pertanian, disesuaikan dengan kurikulum di SDN 1 Sriwijaya. Mengingat Kabupaten Aceh berbasis perkebunan dan pertanian.
“Saya mulai menggemar-kan para murid cinta Al Quran. Mengembangkan budidaya pertanian dengan sistim hidroponik. Ini saya lakukan untuk menguatkan Hablum Minnallah dan Hablum Minannas,” jelas Cut Marlina.
Dirinya siap membangun SDN 1 Sriwijaya berbasis Iman dan Taqwa. Pertanian modern berbasis hidrponik. Di samping sebagai pengembangan, juga pusat pendidikan anak-anak di bidang pertanian modern.
Dia tak hanya cekatan, tapi juga mampu me-manajerial sekolah dengan baik, hingga banyak pretasi yang Cut Marlina dapatkan dari kerja kerasnya selama ini.
Tak hanya piawai memanajemen sekolah, Cut Marlina seorang guru yang ramah dan memiliki ilmu kedisiplinan yang tinggi, belum satu tahun menjabat sudah mampu merubah wajah sekolah dengan tata ruang yang baik.
Bak pepatah [tak kenal maka tak sayang], justru dengan bincang singkat tersebut lahir satu ke-sepahaman dan menambah kedekatan secara emosional.
“Berita lalu itu-kan menunjukkan ada sumbatan dalam komunikasi yang terputus. Saya malah berterima kasih sudah dikritik, itu artinya kawan-kawan jurnalis sayang kepada saya,” jelasnya.













