Selain itu, ia juga menambahkan, pengiriman pasokan melalui kapal berikutnya akan terus dilakukan secara bertahap selama bulan Agustus 2026 untuk memastikan ketersediaan semen di Aceh tetap terjaga.
Sedangkan Pemerintah Aceh, sebagaimana disampaikan Robby dalam rapat tersebut, menyiapkan data terkait harga dan kebutuhan semen di Aceh per Kabupaten Kota di Aceh.
Pemerintah Aceh mengimbau distributor menjaga ketersedian dan pengendalian harga semen agar tidak terjadi lonjakan harga ditingkat pengecer.
Nurlis menambahkan, Pemerintah Aceh akan terus melakukan evaluasi bersama PT Solusi Bangun Andalas dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan semen tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, dan harga tetap terkendali.
“Sehingga kebutuhan masyarakat serta pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh tidak mengalami hambatan,” kata Nurlis. (*)
Data
1. Kapasitas Produksi Semen Curah di Aceh dari PT. SBA 5.400 Ton/Hari
2. Total Produksi sampai saat ini yang mampu dipenuhi oleh PT. SBA 3.700/Hari atau 92.500 sak/hari dengan rincian terminal produksi:
– Terminal PT. SBA Lhoknga (Andalas) 1.400 Ton/Hari (35.000 sak dengan waktu operasional 24 Jam)
– Terminal Malahayati (Padang) 400 Ton/Hari (10.000 sak dengan waktu operasional 24 Jam)
– Terminal Kr. Geukuh I (Padang) 900 Ton/Hari (22.500 sak dengan waktu operasional 16 Jam)
– Terminal Kr. Geukuh II (Andalas) 500 Ton/Hari (12.500 sak dengan waktu operasional 16 Jam)
– Terminal Belawan 500 Ton/Hari (12.500 sak dengan waktu operasional 24 Jam)
3. Sesuai Proyeksi PT. SBA total kebutuhan Semen di Aceh Saat ini sebesar 4.200 Ton/hari atau 105.000 sak/hari, maka terjadi defisit sekitar 500 Ton/hari atau 12.500 Sak/hari
4. PT. SBA segera menambah jam operasional Terminal Pengisian Kr. Geukuh II dari 16 Jam menjadi 24 Jam/Hari dan Menambah jumlah pasokan Semen Curah dari luar Aceh melalui 3 Kapal pengiriman, dimana kapal pertama telah bersandar di Pelabuhan Kr. Geukuh pada 2 Agustus 2026, selanjutnya PT. SBA akan menambah pasokan semen dalam bentuk sak dari luar Aceh untuk menutupi kekurangan kebutuhan semen di Aceh.











