“kita jangan dungu,” imbuhnya.
Selain itu, ia juga mewanti-wanti agar setiap apa saja bahan baku yang diambil, dikorek, dihisap, disedot, dipetik dari bumi Aceh, perlu di bangun pabrik di Aceh, bukan diangkut keluar Aceh termasuk CPO Sawit yang tiap malamnya berpindah keluar Aceh.
Ia menegaskan, kekayaan Aceh bukan milik pribadi, orang atau pihak tertentu. Namun itu milik rakyat Aceh secara bersama-sama.
“Jangan kibuli lagi rakyat Aceh, hentikan,” tegas Tarmizi Age.
“Kami yakin pasangan gubernur Aceh dan wakil yang terkenal sebagai “Pasangan Perjuangan dan Pembangunan” Mualem-Dek Fad, akan merawat setiap jengkal harta kekayaan Aceh,” pungkas Tarmizi Age mantan aktivis Aceh di Denmark, Eropa. (*)












