Laporan | Ahmad Fadil
Banda Aceh (AD)- Terkait isu Calon Gubernur Aceh pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2022, memang belum membumi di Aceh. Isu tersebut masih dalam pembicaraan ditingkat politisi.
“Jika membaca peta politik elit serta dinamika politik elit di Aceh, ada dua partai yang telah melemparkan isu tersebut, salah satunya Partai Aceh. Hasil konsolidasi di Meulaboh, Aceh Barat, memutuskan Muzakir Manaf (Mualem) sebagai Calon Gubernur beberapa waktu lalu,” sebut Usman Lamreung, Minggu 6 Desember 2020 di Banda Aceh.
Namun kata Usman, masih ada satu partai lagi yang berminat menawarkan diri walaupun masih malu-malu, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) yang solid mencalonkan Ir. Mawardi Ali sebagai Calon Gubernur Aceh pada Pilkada 2022 setelah terpilih sebagai Ketua Partai Amanat Nasional.
Dua calon telah menyatakan bakal maju sebagai Calon Gubernur Aceh di Pilkada 2022 mendatang. Pastinya punya peluang dan momentum, tinggal bagaimana keduanya melakukan konsolidasi politik internal antar partai politik serta dukungan dari rakyat. Pastinya para kandidat calon ini punya komitmen untuk membangun Aceh dari ketertinggalan disegala sektor.
“Nah, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah dua calon yang menyatakan dirinya siap berpartisipasi tersebut, mampu untuk merealisasikannya. Pertanyaan ini kembali kepada penilaian rakyat, karena keduanya sudah dan sedang dalam pemerintahan. Mualem pernah menjadi Wakil Gubernur (Wagub), sedangkan Mawardi masih menjabat sebagai Bupati Aceh Besar,” ungkap Usman Lamreung.
Khusus untuk Mawardi Ali, kata Usman, saat ini masih menjabat sebagai Bupati Aceh Besar yang harus sukseskan berbagai program serta merealisasikan janji politik disaat Pilkada yang lalu. Masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus di implementasikan dalam berbagai program pembangunan, baik itu infrastruktur, sosial ekonomi, pertanian, parawisata, syariat Islam, pelayanan publik, masalah sampah, masalah air bersih, serta pengembangan kawasan ekonomi tertentu yang belum sepenuhnya berjalan dan menuai banyak sorotan dari masyarakat.
Belum lagi ditambah dengan persoalan penertiban dan pembongkaran bantaran Krueng Aceh, sementara daerah tersebut pada saat Pilkada adalah kantong suara terbanyak. Atas kebijakan Bupati tersebut, masyarakat seputaran bantaran Krueng Aceh kecewa kepada Bupati.
“Bila dalam dua tahun kedepan Mawardi Ali mampu merealisasikan program kerja dan Jani politik pada saat Pilkada, maka sudah pasti rakyat Aceh Besar akan mendukung sepenuhnya hajat.dan rencana ikut dalam bursa Calon Gubernur Aceh, bila sebaliknya peluang dan momentum itu sangat berat,” demikian tutup Usman Lamreung.











