Banda Aceh (ADC)- Direktur Eksekutif Aceh Intellectual Movement (AIM), Irhas F. Jailani meminta pemangku kepentingan harus lebih mengalokasikan tenaga dan pikiran ke sektor yang lebih produktif terutama pengentasan kemiskinan di Aceh ketimbang menghabiskan energi ke isu lama yang diarasemen kembali terhadap penolakan bendera oleh Mendagri.
Irhas berharap, kepada pihak yang merancang dan memanfatkan isu ini supaya fokus pada komitmen yang telah dinyatakan di hadapan publik.
“Di akar rumput, respons publik akan bendera sudah tidak menarik lagi. Masyarakat sudah bosan mendengar lagu lama yang diarasemen baru ini. Masyarakat hanya ingin asap dapur tetap mengepul. Rakyat butuh makan bukan bendera,” ungkap Irhas melalui siaran pers kepada media atjehdaily.id, Rabu 7 Agustus 2019.
Selain itu, Irhas menyebutkan, seharusnya stakeholder jangan selalu mengikuti alur cerita sutradara yang hanya punya kepentingan kelompok untuk menutupi kinerja yang tidak sesuai harapan. Apalagi sampai menipu publik dengan angka statistik 2 (dua) tahun Aceh Hebat yang tidak terlalu signifikan.
Ia juga menambahkan, baik itu legislatif maupun eksekutif, harus menguras cadangan energi intelektual masing-masing untuk mengurus amanat masyarakat.
“Keduanya tidak perlu terlalu kaku dalam berkomunikasi dengan masyarakat jikalau memang belum mempunyai pengetahuan, Aceh punya banyak stok orang cerdas yang siap membantu Aceh,” tutup Direktur Eksekutif Aceh Intellectual Movement. (Ahmad Fadil)












