Menurut Alhudri, kunjungan ini selain untuk menjalin tali silaturahmi sekaligus untuk bertukar pikiran terkait program pembelajaran yang ada di wilayah masing-masing.
“Ini satu momen yang baik untuk bertukar informasi terkait perkembangan daerah masing-masing di satu sisi. Mungkin ada yang lebih di kita dan ada kekurangan juga,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama Plt. Kabid Pembinaan GTK, Muksalmina, M.Si memaparkan beberapa hal menyangkut dengan anggaran yang dikelola Disdik Aceh, sistem pelaksanaan pembelajaran daring dan luring, tata cara pemerataan guru, data indeks pembangunan manusia, system penggajian guru honorer berdasarkan grade nya, dan upaya peningkatan mutu dan kualitas guru serta kepala sekolah.
“Dengan semua program tersebut, kita berharap hanya dua yaitu harus mampu meluluskan siswa SMA untuk tembus sebanyak-banyaknya pada Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta. Lalu untuk lulusan SMK harus mampu sebanyak-banyaknya bekerja mandiri atau terserap di Industri dan Dunia Usaha. Kemudian lulusan SLB juga kita targetkan agar bisa mandiri,” tutur Muksalmina.
Kemudian Kepala UPTD Balai Tekkomdik, T. Fariyal, MM menyebutkan masih ada kendala pembelajaran daring yang dilakukan selama ini, karena belum seluruh daerah terkoneksi jaringan internet dengan baik.
“Kita juga berupaya membuat modul-modul pembelajaran secara offline yang dapat membantu guru dalam proses pembelajaran. Untuk itu kita telah mengajak guru-guru inti untuk menyusun materi pembelajaran yang mudah dipahami murid,” terangnya.
Sementara usai pertemuan tersebut, Kabid Sarana Prasarana, Sya’baniar, SE didampingi para eselon III lingkup Disdik Aceh, menyerahkan cendera mata kepada Komisi B DPRK Langkat. (ADV)












