SABANG, ATJEHDAILY.ID – Catatan perjalanan Teuku Zaqhlul Finalis Duta Wisata Aceh 2022. 18 pasang finalis duta wisata Aceh 2022 berkesempatan menikmati keindahan pulau weh.
Bergerak dari pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh pada, Kamis, (8/9/2022) dengan kapal cepat di waktu pagi.
“Sekitar 45 menit perjalanan dengan deburan ombak yang kecil kami tiba di pelabuhan Balongan Kota Sabang. Saya dan Finalis lainnya disambut sangat hangat oleh duta wisata Kota Sabang yang merasa senang atas kedatangan kami,”ucap Teuku Zaqhlul.
Lanjutnya, “Sesuai dengan rencana kami dibawa ke kampung Anoi Itam salah satu desa wisata di Kota Sabang. Menuju lokasi Anoi Itam tidaklah sulit dengan akses jalan yang sangat bagus panorama yang disuguhkan selama perjalanan ke sana sangat menakjubkan,”ungkap Zaqhlul.
Dia juga menceritakan, Pohon kelapa yang tumbuh sekitar pantai membuat suasana sangat apik dipadu hamparan alam eksotis. Ada keunikan yang dipertahankan dan menjadi atraksi yang disuguhkan bagi wisatawan adalah cara memanjat pohon kelapa secara tradisional.
“Semua yang disuguhkan serba tradisional dan membawa kami pada sensasi masa lalu. Di Anoi Itam ini juga ada peninggalan sejarah yang menjadi aset wisata kota Sabang,” imbuhnya.
Dirinya juga menyebutkan, Masih berdiri kokoh beberapa benteng peninggalan Jepang dan masih terawat sebagai bagian dari catatan sejarah di pulau Weh. Anoi Itam dalam bahasa Indonesia berarti pasir hitam. “Memang benar salah satu pantai yang pasirnya hitam di pulau weh ada di sini,” bebernya.
Pantai Anoi Itam begitu indah dengan suguhkan hamparan pasir berwarna hitam. Luar biasa keindahan pantai Anoi Itam dengan Likuk pantainya yang menawan, ujarnya.
“Pandang tak jemu bila kita berada disini. Rasa penat dan lelah seketika tergantikan dengan suasana yang sangat rilek. Rasanya tidak mau beranjak dari tempat seindah ini dengan seakan lambaian permohonan sekitar mengisyaratkan untuk bisa berlama di Anoi Itam . Wi will back again Anoi Itam,” pungkasnya finalis duta Aceh 2022 ini.(T. Umar).











