Hari Perkebunan Dimeriahkan Jalan Santai

oleh -275 Dilihat

Banda Aceh (AD)- Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, melepas seratusan peserta jalan santai dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Perkebunan Ke 65, di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Minggu 11 Desember 2022.

Pelepasan peserta jalan santai itu ditandai dengan pengangkatan bendera start oleh Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki yang didampingi Sekretaris Daerah Aceh Bustami, Ketua TP PKK Aceh Ayu Marzuki, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh Mellani Subarni, dan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah.

BACA..  Kapolda Aceh Tinjau Kerusakan Rumah Dinas Aspol Lamteumen Akibat Angin Kencang

Adapun rute yang dilalui adalah, start dari halaman Kantor Distanbun unit II menuju jalan T. Nyak Arief, kemudian putar dari depan Masjid Polda Aceh, kembali ke jalan T. Nyak Arief melewati Kantor Gubernur Aceh dan finish di tempat semula.

Selain jalan santai dengan hadiah doorprize, kemeriahan Hari Perkebunan ke 65 juga diwarnai dengan gelaran stand bazar produk UMKM lokal dan pasar tani.

BACA..  Pemerintah Aceh Evaluasi Kelangkaan, SBA Tambah Pasokan Semen Andalas

“Alhamdulillah, dalam memeriahkan hari perkebunan ini kita berkumpul bersama masyarakat dan keluarga. Selain itu, kita juga mengunjungi stand bazar UMKM lokal dengan berbagai hasil olah makanan dan perkebunan milik masyarakat,” kata Ayu saat mengunjungi bazar UMKM.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah mengatakan, peringatan Hari Perkebunan ini menjadi momentum untuk lebih mendekatkan dan mengedukasi masyarakat dalam sektor perkebunan.

Selain itu, ia juga mengatakan, untuk meningkatkan minat berkebun masyarakat, pihak Distanbun Aceh juga telah melakukan beragam cara, salah satunya dengan melakukan edukasi agar komoditi perkebunan tidak hanya menghasilkan bahan baku kebutuhan pokok saja, namun juga dapat menghasilkan bahan lainnya yang bernilai tinggi.

BACA..  Densus 88 AT Polri dan Dispora Aceh Satukan Langkah Bentengi Generasi Muda 

“Berbagai sektor sudah kita lakukan. Pertama, kita mengedukasi masyarakat agar komoditi perkebunan tidak hanya menghasilkan bahan baku saja, namun juga bahan lainnya untuk memberikan nilai tambah bagi petani,” pungkasnya.