Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi secara terpisah mengatakan, pembangunan kapal Aceh Hebat berawal dari keinginan Pemerintah Aceh untuk meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat Aceh di kepulauan.
Penambahan armada KMP Aceh Hebat merupakan upaya meningkatkan pelayanan dan konektivitas wilayah, jaminan ketersediaan sarana dan kepastian jadwal transportasi. Hal itu tentu juga akan berpengaruh pada pengembangan pariwisata, perikanan dan berbagai sektor lain.
Melihat tren pertumbuhan penumpang dari masing-masing pelabuhan, juga menyikapi pertumbuhan penumpang dan barang logistik, sehingga secara otomatis kebutuhan kapal penyeberangan menjadi sebuah keniscayaan, sesuai tuntutan kebutuhan masyarakat. “Selama ini jika terjadi cuaca buruk dan arus puncak penumpang maupun barang, sering kali menyebabkan antrian panjang di pelabuhan,” kata Junaidi.
Hal itu, kata Junaidi akan berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat. Dampak fluktuasi harga kebutuhan pokok, sehingga banyak usaha yang merugi dan masyarakat yang frustasi.
“Karena fenomena inilah dan didukung dengan studi kelayakan atau feasibility study yang akurat, Pemerintah Aceh memulai menggagas pembangunan kapal ini, tentu saja dengan persetujuan anggaran melalui DPR Aceh,” ujar Junaidi.
Junaidi, merinci tiga unit kapal Ro-Ro yang dibangun Pemerintah Aceh. Pertama adalah Kapal ro-ro tipe 1.300 GT untuk lintasan Pantai Barat – Simeulue dilaksanakan oleh PT. Multi Ocean Shipyard di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Kapal ini berkapasitas 250 penumpang dan 33 unit kendaraan campuran.
Selanjutnya adalah Kapal Ro-ro tipe 1.100 GT untuk lintasan Ulee Lheue – Balohan berkapasitas 252 penumpang dan 26 unit kendaraan campuran, dilaksanakan oleh PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia di Bangkalan, Madura. Kapal ketiga adalah Ro-ro tipe 600 GT untuk lintasan Singkil – Pulau Banyak. Kapal berkapasitas 212 penumpang dan 21 unit kendaraan campuran, dilaksanakan oleh PT. Citra Bahari Shipyard di Tegal, Jawa Tengah. “KMP. Aceh Hebat 1 dibangun dengan anggaran Rp 73,9 miliar dikerjakan selama 470 Hari, KMP. Aceh Hebat 2 dengan anggaran Rp 59,7 miliar dikerjakan selama 497 hari, dan KMP. Aceh Hebat 3 total anggaran Rp 38 miliar yang dikerjakan selama 497 hari. Pembangunan ketiga kapal ini juga menghabiskan waktu rata-rata selama 15 bulan,” kata Junaidi.
Sungguh beruntung rakyat DKI Jakarta, meski tiap hari gubernurnya dihujat, dicaci, difitnah, didemo, tak ada satupun yang dipenjara. Luar biasa ya Anies Baswedan. (RP/PM)










