“Pemerintahan yang baik membutuhkan jembatan yang kokoh dengan rakyat, dan media adalah jembatan itu,” katanya dalam sambutannya.
Malam puncak HUT FPRMI ke- 2 tersebut diikuti oleh lebih dari 150 peserta, terdiri dari pimpinan redaksi, jurnalis senior, pengurus FPRMI dari berbagai provinsi di Indonesia, serta sejumlah tamu nasional. Tak ada pejabat daerah dari Banten yang hadir dalam acara itu.
Secara nasional, FPRMI memberikan penghargaan kepada 18 kepala daerah terpilih dari berbagai wilayah Indonesia terdiri dari enam gubernur, serta dua belas bupati dan wali kota yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap kebebasan pers dan keterbukaan informasi publik.
Ketua FPRMI Aceh, Asnawi Kumar, menjelaskan bahwa seleksi dilakukan melalui pemantauan langsung terhadap sikap dan kebijakan para kepala daerah terhadap media selama setahun terakhir. Sementara itu, Pembina FPRMI Aceh dan Ketua SPS Aceh, Muktarruddin Usman, SE, menilai penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan atas kemajuan iklim demokrasi dan transparansi di Aceh.
“Ini bukan sekadar trofi. Ini adalah pesan bahwa Aceh punya pemimpin yang sadar betapa pentingnya kemerdekaan pers dan transparansi pemerintahan,” katanya.
Pimred Award menjadi catatan penting dalam peta relasi media dan pemerintah, sekaligus penanda bahwa sinergi antara keduanya tetap krusial dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan partisipatif. (*)











