Sementara itu, Kompol Zulkipli, saat ditemui di lokasi panen mengungkapkan, bahwa dirinya memang berasal dari petani, sehingga penanaman jagung tersebut dilakukannya murni karena minat sendiri untuk mendukung program ketahanan pangan.
“Saya memang dari dulu bertani. Lahan ini sebenarnya untuk persiapan pensiun nanti, pada Maret 2025. Namun, karena ada program ketahanan pangan, ya sudah kita dukung dengan penanaman jagung, daripada jadi lahan tidur,” ungkapnya.
Selama ini, kata Zulkipli, dirinya juga aktif memberikan pendampingan kepada petani sekitar terkait teknik budidaya jagung yang lebih produktif, karena hal itu juga wujud dari Polisi Cinta Petani. Dengan jalannya program tersebut, diharapkan ketahanan pangan di Aceh semakin kuat dan stabil.
“Mungkin ada harapan kecil dari saya, yaitu, semoga saja pemanfaatan lahan kosong dengan menanam jagung ini menjadi inspirasi yang dapat diikuti oleh rekan-rekan polri yang lain. Karena, selain dapat mendukung ketahanan pangan, kegiatan bertani juga dapat menambah penghasilan,” katanya. (*)












