Selain itu, Pangdam IM menginstruksikan kepada para pejabat terkait untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program latihan ini. Menurutnya, keberhasilan latihan ini akan berdampak langsung pada kesiapan dan profesionalisme prajurit dalam menjalankan tugas operasi di lapangan.
Ia juga mengingatkan bahwa latihan ini harus disesuaikan dengan perkembangan doktrin dan teknologi militer agar lebih adaptif terhadap tantangan yang dihadapi.
Sebagai informasi, Proglatsiapops merupakan program pelatihan esensial bagi prajurit sebelum melaksanakan tugas operasi. Program ini bertujuan untuk membekali prajurit dengan keterampilan, pemahaman medan, serta kemampuan taktis yang diperlukan. Dengan demikian, para prajurit diharapkan mampu menguasai bidang tugas masing-masing serta mengembangkan inovasi dan kreativitas guna mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas.
Dalam program ini, prajurit akan diberikan latihan intensif yang meliputi aspek teknis, taktis, serta penguasaan medan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah operasi.
Pada tahun 2025, Yonif 113/JS dijadwalkan untuk melaksanakan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Mobile sebagai bagian dari tugas operasionalnya. Dalam pelaksanaan tugas tersebut, prajurit akan menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi geografis maupun dinamika sosial di wilayah perbatasan.
Oleh karena itu, kesiapan dan kemampuan yang diperoleh melalui Proglatsiapops menjadi kunci utama dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas ini.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kasdam IM, Irdam IM, Kapoksahli Pangdam IM, para Asisten Kasdam IM, serta para Kabalakdam IM dan pejabat terkait di lingkungan Kodam IM. (*)












