Ia menekankan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan renovasi agar hasilnya tepat sasaran.
“Kami hadir untuk mendengar dan memberi solusi. Mahasiswa adalah aset masa depan Aceh. Sudah sepatutnya mereka mendapat tempat tinggal yang layak selama menuntut ilmu,” ujarnya.
Selain Asrama Pocut Baren, Fadhlullah juga meninjau asrama lainnya di Malang, seperti asrama mahasiswa Aceh Cut Meutia, dan asrama Chik Ditiro.
Selain berdialog dengan mahasiswa, Fadhlullah juga menyampaikan apresiasinya atas semangat dan perjuangan mereka dalam menempuh pendidikan tinggi di luar kampung halaman.
Ia berpesan agar mahasiswa terus menjaga semangat belajar, menjaga nama baik daerah, dan aktif berkontribusi dalam pembangunan Aceh di masa depan. (*)










