Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan event harus mengedepankan keberlanjutan.
“Kami juga mengajak seluruh pengunjung dan peserta untuk menjaga kebersihan serta membuang sampah pada tempatnya. Lingkungan yang bersih adalah bagian dari identitas pariwisata yang ingin kami bangun,” tambahnya.
Festival ini ditata dalam empat zona besar, Khanduri Raya, Creative & Cultural Market, Culinary Collaboration, dan Social & Youth Zone yang memberikan ruang transaksi, kolaborasi, dan pertunjukan sekaligus.
Pola zonasi ini diharapkan menciptakan alur kunjungan yang nyaman dan mendorong terjadinya aktivitas ekonomi yang lebih merata di seluruh area festival.
Aceh Festival 2025 menjadi bagian dari langkah Pemerintah Aceh mendorong Aceh sebagai destinasi budaya unggulan di Indonesia. Dengan pertumbuhan ekonomi kreatif nasional yang terus meningkat, festival ini diharapkan mampu menghubungkan kreator Aceh dengan pasar yang lebih luas.
“Kami mengundang wisatawan dari seluruh Indonesia untuk datang ke Aceh Festival 2025. Nikmati sajian seni, kuliner, budaya, dan kreativitas Aceh yang tumbuh dari kolaborasi masyarakat,” ujarnya. (*)











