Banda Aceh (AD)- Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh yang membawahi Bidang Pembangunan, Perhubungan dan Sosial, Ismawardi SPd, menilai apa yang disampaikan oleh Nasrul Zaman terkait tudingan Pemko Banda Aceh gagal dalam bidang infrastruktur tendensius dan berlebihan.
“Alhamdulillah, Pak Wali berhasil membangun infrastruktur UMKM dengan program pemberantasan rentenir, pemindahan pasar Peunayong yang kumuh ke lokasi baru yang nyaman dan parkirnya luas di Lamdingin, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berada di peringkat dua nasional, dan juga membenahi kawasan wisata di Ulee Lheue untuk memberikan kenyamanan bagi warga kota dan wisatawan, serta penataan taman kota yang semakin indah,” ungkapnya.
Lanjutnya, selama pemerintahan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman banyak pembangunan yang dilakukan, termasuk merevitalisasi kawasan sungai Krueng Daroy dari lokasi kumuh menjadi objek wisata baru dan juga revitalisasi kawasan Ulee Lheue secara masif dan juga pembangunan drainase di sejumlah ruas jalan kota untuk mengurai genangan air lebih cepat surut saat hujan deras.
“Meski saat ini pandemi melanda Aceh, Indonesia dan seluruh dunia, Wali Kota Banda Aceh mampu membangun infrastruktur penunjang, meski dana sangat terbatas akibat kebijakan recofusing dari pemerintah pusat, dalam kondisi sulit dimasa pandemi, Aminullah berhasil membangun sarana dan prasana infrastruktur demi kenyamanan masyarakat dan wisatawan,” katanya.
Selain itu, Ismawardi menjelaskan, ratusan penghargaan yang diterima Wali Kota Banda Aceh selama empat tahun lebih menjabat, adalah bukti atau pengakuan dari pemerintah Provinsi Aceh, dan pemerintah pusat melalui lembaga Kementerian yang menilai kinerja Pemerintah Kota Banda Aceh secara independen. Tidak hanya itu, apresiasi juga datang dari berbagai media nasional dan NGO.
Ismawardi menilai, DR Nasrul Zaman yang memiliki keahlian ilmu S2 dan S3 di bidang kesehatan masyarakat ada baiknya mengkritik sesuai ilmu yang dimilikinya, misal mengkritik layanan kesehatan. Namun sayangnya sektor kesehatan di kota Banda Aceh sangat baik sehingga tidak ada celah bagi dirinya untuk mengkritik bidang ini.
“Di kala banyak pihak yang memberi penilaian bagus malah beliau tersesat sendiri. Sepertinya Doktor Nasrul salah minum obat,” pungkasnya. (*)











