Sabang (AD) – Keberadaan Pulau Sabang kian terkenal dimata dunia maka, kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (Free Port) ini, sangat cocok dijadikan sebagai entry point komoditas perdagangan kelas dunia., demikian disampaikan Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Fadli Zon, usai berkunjung ke Sabang, Jumat (26/03/21) di Sabang.
Pun demikian sebut Fadli Zon, guna menjadikan Sabang sebagai entry point yang strategis dari berbagai komoditas, tentunya perlu langkah dan kebijakan, agar dalam pengelolaan kawasan ini dapat berjalan maksimal dan berkembang.
Dalam kunjungan kerjanya ke Sabang Fadli Zon, mengunjungi kawasan Kilo Meter Nol (KM 0) Indonesia, yang terletak di Gampong (Desa) Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Sebelumnya juga, politikus Gerindra ini hadir di Sabang, dalam rangka kegiatan panja Indo-Pasifik guna mendukung diplomasi Parlemen yang dilakukan pihak Kementerian Luar Negeri dan Multi.
“Kehadiran kami disini dalam rangka kegiatan panja Indo-Pasifik dan Sabang, dimana daerah ini harus mendapat perhatian lebih dan khusus dari Pemerintah Pusat serta dukungan Kementerian terkait untuk pengembangan beberapa potensi sepeti Pariwisata, Perikanan dan Perdagangan”, sebutnya.
Selain itu tambah Fadli Zon, Sabang merupakan daerah pemerintahan tingkat dua kepulauan yang didampingi sebuah lembaga nasional yaitu Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS). Dengan demikian, untuk mengembangkan kawasan ini tentunya juga didukung oleh lembaga yang didanai Bappenas itu., pungkasnya.
Dijelaskan, Program Indo-Pasifik tujuannya adalah untuk menjadikan kawasan Sabang salah satu wilayah yang sangat strategis, karena terletak pulau paling barat Indonesia ini pada titik yang berbatasan langsung dengan Nikobar, Andaman, Thailand dan beberapa negara lain dan sangat mendukung kegiatan Pariwisata, Perikanan, Perdagangan dan singgahan armada kapal yang ingin merapat guna memenuhi kebutuhannya..
“Program Indo-Pasifik di Sabang ini salah satunya adalah, bidang perdagangan karena sangat strategis keberadaan pulau ini dan pastinya Sabang sangat diuntungkan:”” ujarnya.
Saat ditanya terkait dengan benturan regulasi yang terjadi selama ini Fadli Zon mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pengkajian ulang terhadap beberapa aturan yang ada di Menteri Perdagangan, sehingga tidak saling mempertahankan prinsip dan ego masing-masing hanya dikarenakan regulasi tadi.
“Kami sepulang dari sini akan menyampaikan langsung kepada Kementerian Perdagangan maupun Kementerian lainnya terkait regulasi yang menyebabkan kawasan Free Port Sabang tidak berjalan maksimal dan baik, karena yang dibutuhkan Sabang adalah kejelasan poin per-poin terhadap sistem kerja yang tidak terhalangi oleh aturan yang ada”, ungkapnya.
Sebab tambah Fadli Zon, semua itu bisa dirubah asalkan tujuannya untuk kebaikan rakyat, termasuk tentang regulasi yang ada dan diberlakukan dikawasan Sabang, artinya kapan saja regulasi itu bisa kita perbaiki dan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan kawasan pelabuhan bebas Sabang., tutupnya.
Sementara itu, Kepala BPKS Iskandar Zulkarnain, dirinya mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ketua BKSAP dari DPR-RI ke Sabang, dengan kehadirannya Iskandar Zulkarnain yakin kawasan Sabang segera berubah.
“Atas nama manajemen BPKS dan saya pribadi saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua BKSAP dari DPR RI bapak Fadli Zon dan rombongan, yang telah mengunjungi Sabang semoga dengan kunjungan kerjanya Sabang segera maju”, harap Iskandar Zulkarnain.(Jalaluddin Zky).











