Mayjen TNI Niko Fahrizal menyampaikan bahwa peringatan ini bukan hanya sebagai penghormatan terhadap para korban, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
“Tragedi ini mengajarkan kita tentang kekuatan solidaritas dan kebersamaan. Masyarakat Aceh telah membuktikan bahwa dengan persatuan, mereka mampu bangkit,” ujar Pangdam IM.
Momentum peringatan ini juga menjadi pengingat untuk terus meningkatkan mitigasi bencana di wilayah Aceh yang dikenal rawan terhadap gempa dan tsunami. Selain itu, solidaritas antar warga dan dukungan dari berbagai pihak terus diharapkan untuk membangun Aceh yang lebih kuat.
Acara yang penuh makna ini diakhiri dengan refleksi bersama, di mana para peserta diajak untuk mengenang kembali betapa beratnya tragedi tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004.
Dalam suasana yang penuh keheningan, semua yang hadir menyadari betapa pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam menghadapi segala tantangan di masa depan.
Peringatan 20 tahun tsunami Aceh ini tidak hanya menjadi momen mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi sekarang dan yang akan datang untuk terus menjaga kewaspadaan, solidaritas, dan semangat kebersamaan dalam menghadapi kehidupan. (*)











