Bupati Bireuen juga memberi jawabannya untuk masing-masing fraksi di DPRK Bireuen, baik Fraksi PA, Fraksi PKS PAN PPP, Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Juang Bersama, yang diantaranya masing-masing fraksi ada yang mempernyatakan, pembangunan jalan dan talut di beberapa kecamatan, menyangkut Irigasi Aneuek Gajah Rheut, Alue Gerutut dan Mon Sike Pulot, juga menyangkut bangunan di depan RSUD dr Fauziah atas nama pemilik Said Azhari di jalan T Hamzah Bendahara, Meunasah Capa Bireuen yang kondisinya terabaikan, dan banyak lagi pandangan umum yang harus dijawab Bupati Bireuen dalam kesempatan tersebut.
Seperti halnya penanggap dari Fraksi Partai Aceh yang menyebut kondisi peternakan percontohan di Gampong Rantoi Panyang, Kecamatan Juli yang mengalami penurunan jumlah ternaknya. Bupati beralasan, penurunan jumlah dikarenakan sapi dalam kondisi kelelahan dan dan stress diperjalanan, dan perlu penyesuaian adaptasi dengan lingkungan, kondisi adaptasi pakan dari tempat asal ternak, serta penurunan nafsu makan sangat berpengaruh terhadap produktitas dan reproduksi ternak.
Salah seorang Warga Bireuen yang ditanya tentang jawaban bupati tentang ternak yang disebutnya mengalami penurunan jumlah karena stress, diakuinya sangat tidak masuk akal, mengingat sebagai usaha miliknya milik pemerintah daerah, seharusnya sapi-sapi yang dipesan dari rekanan itu, tentunya harus dikarantina terlebih dahulu sebelum di bawa ke lokasi Ranto Payang, karena kalau sakit bisa dikembalikan ke rekanannya untuk digantikan yang baru. Padahal di Blang Keutumba Kecamatan Juli, ada lokasi karantina, ada tenaga ahlinya lagi, mengapa enggak ditempatkan di situ dulu, kenapa harus di bawa langsung ke Ranto Panyang, akibatnya ya begitu, bisa-bisa yang dibawa oleh rekanan, sapi sakit,” tanggapnya.(Maimun Mirdaz).











