Alhudri, Sosok di Balik Pencapaian Mengesankan Dunia Pendidikan Aceh

oleh -376 Dilihat
oleh
Alhudri
Alhudri

Alhudri, Sosok di Balik Pencapaian Mengesankan Dunia Pendidikan Aceh Tahun ini

Tahun 2021 yang penuh keprihatinan akibat pandemi Covid – 19 yang belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda, tapi tak disangka sebuah kejutan menyenangkan hadir untuk dunia pendidikan Aceh.

Sebelumnya, kualitas pendidikan Aceh yang diukur dengan angka kelulusan tamatan SMA di perguruan tinggi negeri selalu istiqamah berkutat di papan bawah.

Sebagai gambaran, pada tahun 2019, Aceh berada di peringkat ke- 27 dari 34 provinsi dan pada tahun lalu, tahun 2020, naik ke peringkat 23. Tak disangka, di tahun 2021 ini secara mengejutkan, dari peringkat 23, Aceh melonjak ke peringkat 8 dari 34 Provinsi. Aceh yang sebelumnya selalu diremehkan, tiba-tiba tahun ini dengan gagah berada di 10 besar.

BACA..  Audiensi dengan Sekjen Kemenkeu, Gubernur Mualem: Kita Minta Tambahan Anggaran

Itu ketika jumlah lulusan dihitung secara kuantitas, tapi kalau diukur dengan persentase, peringkat Aceh justru jauh lebih tinggi lagi.

Ambil contoh, Jawa Timur yang berada di peringkat pertama karena berhasil meluluskan lebih dari 25 ribu siswa dari jumlah penduduk lebih dari 49 juta, sementara Aceh yang penduduknya kurang dari 5 juta meluluskan hampir 6000 siswa ke perguruan negeri.

Selain masyarakat Aceh yang menyambut gembira, salah seorang yang sangat berbahagia dengan pencapaian ini, tentu saja Alhudri, Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang baru dilantik pada tahun ini setelah meninggalkan jabatannya sebagai kepala dinas sosial provinsi ujung paling barat Indonesia ini.

BACA..  Audiensi dengan Sekjen Kemenkeu, Gubernur Mualem: Kita Minta Tambahan Anggaran

Kebahagiaan yang dirasakan Alhudri bisa dimaklumi, mengingat bagaimana besar tekanan, sorotan dan keraguan dari masyarakat yang dia terima ketika dirinya bersedia menerima tantangan untuk menahkodai dinas yang bertanggung jawab mengelola dana pemerintah, lebih dari 3 trilyun ini.

Di sela-sela kesibukan kunjungan dinasnya di Aceh Tengah dan Bener Meriah, dalam sebuah bincang-bincang santai di Hotel Park Side, Takengen. Kepada kami Alhudri menceritakan, bagaimana dirinya diserang dari berbagai kalangan, terkait jabatannya ini. Mulai dari yang meragukan kemampuannya karena latar belakangnya bukan dari dunia pendidikan, sampai kepada keraguan bernuansa SARA terkait dengan latar belakang kesukuannya.

BACA..  Audiensi dengan Sekjen Kemenkeu, Gubernur Mualem: Kita Minta Tambahan Anggaran

Berbagai sorotan dan keraguan yang ditujukan kepadanya inilah yang membuat Alhudri bertekad untuk membuktikan kalau segala sorotan bernuansa keraguan bahkan cenderung meremehkan yang diarahkan kepadanya itu salah.

Selama masa kepemimpinannya di dinas ini, Alhudri memacu para stakeholder pendikan di Aceh untuk bersatu padu meningkatkan mutu pendidikan Aceh yang bisa dikatakan selama ini menjadi aib nasional. Bagaimana tidak menjadi aib, karena salah satu keistimewaan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada Aceh adalah sektor pendidikan. Karena itulah Alhudri bertekad untuk mengeluarkan Aceh dari peringkat papan bawah ini.