Kapolsek Darul Imarah Jenguk Warga Penderita Kanker Getah Bening

oleh -248 Dilihat

Banda Aceh (AD)- Kondisi Ikhsan Fauzan (19) warga Gampong (Desa) Lambheu, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar yang viral di media, dijenguk oleh Kapolsek Darul Imarah, Polresta Banda Aceh, Jum’at 28 Oktober 2022 siang.

Kedatangan Kapolsek Darul Imarah Ipda Jumadil Firdaus, S. Psi, M.H mewakili Kapolresta Banda Aceh bersama personelnya dengan tujuan melakukan silaturrahmi serta memberikan Bantuan sosial (Bansos) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Humas Polri ke 71 tahun 2022.

“Kedatangan kami ke rumah Ikhsan Fauzan dalam rangka silaturrahmi, dimana saat ini warga kami sudah terbaring selama dua tahun akibat menderita kanker getah bening,” ungkap Ipda Jumadil Firdaus.

BACA..  Rp 2,5 Triliun Dana Kementan untuk Bencana, Pemerintah Aceh kelola Rp 9,7 Miliar ‎

Jumadil menjelaskan, pemuda berusia 19 tahun ini merupakan anak dari pasangan Yusriana dan Zulmadi. Mereka tercatat sebagai warga Lambheu, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar yang sudah terbaring akibat penyakit yang dideritanya.

“Seiring mendapat informasi dari media, kami turut prihatin terhadap kondisi Ikhsan yang saat ini membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak guna meringankan beban hidup bagi keluarganya,” ujar Kapolsek.

Mengutip keterangan dari Yusriana ibu kandung Ikhsan Fauzan ini mengatakan, aktivitas Fauzan untuk meraih cita-cita harus terhenti sejak duduk di bangku kelas 3 SMK. Fauzan merupakan siswa SMK 2 Banda Aceh.

“Awalnya Ikhsan merasakan sekujur tubuhnya tiba-tiba sakit dan nyeri yang berlebihan,” kata Yusriana.

BACA..  Rp 2,5 Triliun Dana Kementan untuk Bencana, Pemerintah Aceh kelola Rp 9,7 Miliar ‎

Orang tua Ikhsan sempat membawa berobat alternatif dengan cara diurut, namun kondisinya tidak membaik. Bahkan, sakit yang dideritanya malah makin bertambah.

Sambil menceritakan kejadian yang dialami Ikhsan, orang tuanya menuturkan, setelah memeriksa ke rumah sakit, penyakit yang diderita oleh anaknya itu juga tak diketahui meski sudah di rontgen.

Saat itu orang tuanya hampir putus asa, namun Yusriana masih mencari cara bagaimana anaknya itu bisa sembuh seperti sediakala bersama kawan-kawannya disaat pendidikan. Dan akhirnya Ikhsan pun dibawa ke dokter spesialis.

“Dari situ, dokter memvonis benjolan yang berada di punggung remaja ini sebagai tumor ganas dan harus segera diambil tindakan operasi,” katanya.

BACA..  Rp 2,5 Triliun Dana Kementan untuk Bencana, Pemerintah Aceh kelola Rp 9,7 Miliar ‎

Sudah dua tahun sejak divonis dokter, Ikhsan pun tak kunjung sembuh. Kondisi ekonominya pun terus menurun, sehingga keluarga memilih untuk merawat Ikhsan di rumah saja.

Saat ini, mereka masih membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk pengobatan Ikhsan, dimana orang tuanya berprofesi sebagai tukang becak dengan pendapatan pas-pasan dan ibu yang sebelum nya sempat bekerja mengasuh anak orang.

“Saya berhenti bekerja untuk menjaga kondisi Ikhsan,” ujarnya.

Ipda Jumadil Firdaus mengharapkan uluran tangan para dermawan untuk membantu keringanan biaya pengobatan Ikhsan. (*)