Banda Aceh (ADC) Dua perwakilan Mahasiswa Politeknik Kutaraja, Banda Aceh mengikuti menyajikan presentasi karya mereka dalam lomba karya tulis iliah (Essay) yang diadakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIII dan Kementerian Pertahanan Provinsi Aceh. Senin (29 Juli 2019).
Dalam kegiatan Parade Cinta Tanah Air (PCTA) itu, dua mahasiswa Politeknik Kutaraja yakni Hasbi dan Sahril Akbar mempresentasikan produk pupuk cair organik yang diolah dari kulit kopi yang langsung diambil dari Baner Meriah dan Takengon sebagai kreativitas mahasiswa.
Ketua Prodi Manajemen Keuangan Sektor Publik Politeknik Kutaraja Banda Aceh, Hamdani SE.M.Si kepada awak media disela-sela kegiatan itu menyebutkan, dalam ajang tersebut dua mahasiswa Poltikenik Kutaraja terpilih setelah mengikuti seleksi yang senantiasa mengedepankan kepentingan bangsa dan tanah air dalam berpikir dan bertindak.
“Apalagi ditengah tantangan global yang mengancam terkikisnya rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air begitu kuat. Maka kita terdorong untuk berperan lebih aktif mengikuti ajang lomba Parade Cinta Tanah Air” ujar Hamdani.
Sementara itu sambutan Plt Gubernur Aceh yang dibacakan oleh Ka.Biro Humas Protokol Setda Aceh, Rahmat Laisani, S.Sos mengakui, Pemerintah Aceh sangat mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai oleh Kemenhan RI itu.
Plt Gubernur Aceh juga berharap agar kegiatan itu dapat terus dilakukan setiap tahun untuk mempersiapkan generasi muda menjadi Sumber Daya Manusia yang andal dan berkualitas.
“Kami semangat melihat adik-adik peserta lomba Parade Cinta Tanah Air yang energik, bela negara adalah bukan wajib militer akan tetapi kita menjaga tugas dan tanggung jawab sebagai warga Negara,” sebut Rahmat Laisani membacakan sambutan Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah.
Untuk diketahui, seleksi lomba PCTA 2019 dilaksanakan mulai Senin – Selasa, 29-30 Juli 2019 di Hotel Madinah Banda Aceh yang diikuti oleh 35 perguruan tinggi se-Aceh dengan 70 orang peserta.
PCTA merupakan ajang ekspresi para generasi muda terutama mahasiswa dan pelajar di 23 kab/kota di Provinsi Aceh. Dalam ajang ini mereka menunjukkan kreasi, inovasi dan rasa cintanya pada Tanah Air dengan kearifan lokal daerah masing-masing.
Dengan mengangkat tema Mewujudkan Semangat Generasi Muda yang Cinta Tanah Air dan Bela Negara sebagai Dasar Penggerak Industri Kreatif. Kemenhan RI dan LLDIKTI Wilayah XIII Aceh ingin menanamkan spirit nasionalisme yang kuat di kalangan mahasiswa.
Melalui produk ataupun karya kreatif mahasiswa diharapkan semakin mengeksplor potensi alam yang ada disekitarnya. Sehingga itu menjadi motivasi mereka untuk semakin mencintai negeri ini, berjiwa patriot, dan membawanya ke arah lebih maju.(Mukhilisi)










