Ia menambahkan Aceh memiliki daya tarik wisata alam luar biasa, seperti Taman Nasional Gunung Leuser “paru-paru dunia” dan kawasan Sabang di titik nol kilometer Indonesia yang strategis karena dilintasi sekitar 6.000 kapal setiap hari.
Fadhlullah menyampaikan terima kasih kepada negara-negara Eropa, termasuk Denmark, yang pernah membantu Aceh saat konflik dan bencana tsunami, serta menyinggung sejarah perdamaian Aceh yang berlangsung di Finlandia.
Dalam pertemuan tersebut, Dubes Sten Frimodt Nielsen juga mengungkapkan rencana untuk berkunjung langsung ke Aceh.
Ia menyatakan kesiapan Denmark untuk melakukan pemetaan potensi Aceh dengan mengirimkan pakar-pakar berkompeten, termasuk yang saat ini bertugas di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.
Pemetaan itu diharapkan menjadi dasar pengembangan berbagai peluang kerja sama Aceh dan Denmark di masa mendatang.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kerja sama antara Aceh dan Denmark, khususnya di bidang energi, pariwisata, serta investasi. (*)











