Ketua IMPELMONT: Jangan Diam! Pemuda Aceh Besar Harus Menjadi Penyeimbang Pemerintah

oleh -609 Dilihat

Kota Jantho (AD)- Ikatan Pemuda dan Pelajar Montasik (IMPELMONT) merasa sangat prihatin dengan kekisruhan yang terjadi antara Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar. 

“Persoalan disharmonisasi antara Ir. H. Mawardi Ali dan Tgk. H. Husaini A. Wahab kian memanas. Atas apa yang terjadi tersebut, kita menyayangkan sikap pemuda-pemuda di Aceh Besar yang memilih diam, seakan tidak terjadi apa apa di Aceh Besar,” kata Ketua IMPELMONT Ikhwan Zuhdi, SH kepada media ini, Sabtu 9 November 2019.

BACA..  Pertamina Patra Niaga Tambah Penyaluran BBM untuk Aceh

Menurut Zuhdi, pemuda seharusnya peka terhadap kondisi yang sedang terjadi didaerahnya saat ini. Sikap kritis atau apatis, perlu dipertanyakan kembali kepada pemuda-pemuda Aceh Besar.

“Oleh karena itu, dirinya kembali mempertanyakan, kemana sejumlah organisasi-organisasi kepemudaan di Aceh Besar. Ia sangat kecewa dengan diamnya OKP-OKP di Aceh Besar yang terkesan sudah didiamkan oleh penguasa daerah,” ungkapnya.

Selain itu, Zuhdi juga mengatakan, bahwa pemuda Aceh Besar sedang di uji kembali akan intelektualitas, nalar kritis, integritas, moral, dan kepeduliannya akan masa depan Aceh Besar.

BACA..  Pertamina Patra Niaga Tambah Penyaluran BBM untuk Aceh

Berdasarkan hal tersebut, Ketua IMPELMONT meminta kepada pemerintah daerah jangan terlalu bermain sandiwara diatas kesenjangan sosial masyarakat Aceh Besar.

Dengan terjadinya konflik ditubuh pemerintahan Aceh Besar, malah justru akan merugikan proses pembangunan daerah, identitas daerah, dan juga sangat memalukan.

“Saya melihat, pemuda Aceh Besar seharusnya bisa menjadi penengah antara Bupati dan Wakil Bupati. Pemuda Aceh Besar jangan diam saja,” ujar Zuhdi.

BACA..  Pertamina Patra Niaga Tambah Penyaluran BBM untuk Aceh

Ia menambahkan, pemuda itu selayaknya menjadi penyeimbang pemerintah dan pengontrol pembangunan daerah.

“Fungsi pemuda adalah sebagai penyeimbang pemerintah dan pengontrol pembangunan daerah, bukan malah menjadi pengikut,” tegasnya.

“Selaku pemuda, kita seharusnya bisa menjadi penyeimbang antara pemerintah dengan masyarakat, tentu pemuda harus menjadi bagian dari extra parlemennya masyarakat,” pungkasnya. (Darwin)