Kota Jantho (AD) – Masyarakat Kecamatan Pulo Aceh merasa Pemerintah Aceh Besar kurang peduli dengan pelayanan kesehatan dan dianggap warga diwilayah Pulo Aceh bukan anak kandung Aceh Besar.
Padahal mereka merupakan warga yang memiliki status sah sebagai warga Pulo Aceh, namun pelayanan kesehatan masyarakat di Kecamatan Pulo Aceh tersebut masih minim, buktinya fasilitas kapal penyebrangan untuk Pulo Aceh yang sudah dibeli dengan uang rakyat dijadikan kapal khusus penjabat saja.

“Seharusnya pemerintah Aceh Besar memberikan pelayanan armada penyebarangan untuk masyarakat yang memadai dan terarah dalam penanganan pasien yang sakit untuk dirujuk ke rumah sakit,” kata Muhammad salah satu warga Pulo Aceh, Kamis 28 Mei 2020.
Lanjut Muhammad, coba bayangkan warga sakit keras harus berjuang keras bila hendak dirujuk kerumah sakit.
Mereka harus menggunakan penyebrangan dengan transportasi bot milik nelayan untuk antar pasien rujukan ke rumah sakit di Banda Aceh. Mereka mesti mengarungi laut selama 1 jam lebih sampai ke dermaga. Itu saat cuaca sedang bersahabat. Bila kondisi iklim tidak baik, maka perjalanan seperti bertaruh nyawa.
“Seharusnya kapal yang sudah dibelikan dengan uang rakyat stambay dan berfungsi sebagai ambulan penyebarangan untuk pasien rujukan. Dengan demikian semua lapisan masyarakat akan menikmati pelayanan kesehatan,” pungkasnya Muhammad. (DW).











