FORKAB: Ajakan Konvoi Syeikhi Rusak Perdamaian Aceh

oleh -172 Dilihat

Banda Aceh (AD)- Ketua Umum DPP Forum Kerukunan Anak Bangsa (FORKAB) Aceh, Muhammad Nasir Lado melalui Wakil Ketua Nasri Saputra menyayangkan sikap Syeikhi yang memprovokasi rakyat Aceh untuk melakukan konvoi rakyat di Pidie pada tanggal 24 Oktober mendatang.

Nasri mengatakan, konvoi yang digadangkan oleh Syeikhi tujuannya tidak jelas dan dapat mengusik suasana aman dan tentram di tengah-tengah perdamaian yang seharusnya dirawat dan dijaga bersama.

“Harusnya perdamaian Aceh ini kita jaga dan kita rawat bersama serta mengisinya dengan penuh bermartabat tanpa ada pihak yang memprovokasi dengan tujuan yang tidak menentu,” ungkap pria yang akrab disapa Poen Check ini, Senin 17 Oktober 2022.

BACA..  Dua Berkas Perkara Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh Lengkap, Tersangka Diserahkan ke JPU

Disisi lain, ia merasa heran dan aneh terhadap sikap aparat keamanan khususnya Polda Aceh yang terkesan tidak mengambil sikap dan tindakan antisipasi terhadap upaya provokasi yang dilakukan Syeikhi Cs.

Menurutnya, ajakan Syeikhi ini masuk kedalam upaya katagori ‘Makar’ dengan cara menghasut serta mempengaruhi pikiran publik.

BACA..  Dua Berkas Perkara Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh Lengkap, Tersangka Diserahkan ke JPU

“Kita menghimbau masyarakat Aceh tidak mudah terpengaruh. Mari menilai dengan cerdas terhadap ajakan-ajakan yang diduga ditunggangi kepentingan kelompok tertentu untuk memperkeruh suasana agar perdamaian Aceh rusak,” tegasnya.

Selain itu, Tokoh Pemuda Barat Selatan (Barsela) kelahiran Aceh Jaya ini berharap, masyarakat Barsela khususnya Aceh Jaya tidak terpengaruh dengan ajakan konvoi yang dicanangkan Syeikhi Cs tersebut.

Menurutnya, aksi tersebut tidak didasarkan pada tujuan yang jelas, malah dapat menciptakan perpecahan persepsi dalam mengisi pembangunan Aceh yang lebih baik dimasa yang akan datang.

BACA..  Dua Berkas Perkara Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh Lengkap, Tersangka Diserahkan ke JPU

Ia meminta aparat keamanan untuk jelas sikapnya terhadap upaya provokasi tersebut. “Jangan nanti aksinya berjalan, baru mengambil tindakan. Kita  khawatir akan jatuh korban di pihak masyarakat awam yang mudah terprovokasi,” kata Poen Check.

“Mari kita jaga dan rawat isi perdamaian Aceh ini dengan tanggung jawab bersama,” tutup Nasri Saputra. (*)