Banda Aceh (AD)- Kepala Bidang Humas Bank Aceh, Ziad Farhad menghimbau nasabah agar waspada terhadap penipuan menggunakan web link Action Bank Aceh.
Hal itu disampaikan Ziad, seiring beredarnya sejumlah web-link yang sengaja di sebar melalui aplikasi WhatsApp, instagram dan sejumlah akun medsos.
Dalam sepekan terakhir, kata Ziad Farhad, telah beredar modus baru penipuan Action Mobile dengan membuat website yang meniru tampilan Action Mobile dengan iming-iming pendaftaran BI Fast dan fitur transfer dengan biaya Rp0,- menggunakan web link https ://action-bank aceh.my.id/akun.
“Action mobile resmi hanya dapat di akses via aplikasi mobile melalui playstore bagi android dan App store bagi IoS. Oleh karena itu, jangan pernah mengakses setiap website yang mengatasnamakan Action Mobile dengan modus phising,” ungkap Ziad, Kamis 20 Oktober 2022.
Ziad menjelaskan, phising adalah upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan. Data yang menjadi sasaran phising adalah data pribadi (nama, usia, alamat), data akun (username dan password), dan data finansial (informasi kartu kredit, rekening).
Dalam hal penipuan Action Mobile menggunakan website, modus yang digunakan adalah dengan mengirimkan link tertentu yang identik dengan Action Mobile. Selanjutnya, apabila di klik, pengguna telepon pintar akan di arahkan ke menu login dengan meminta user, password, nomor HP berikut OTP.
“Kegiatan phising memang bertujuan memancing orang untuk memberikan informasi pribadi secara sukarela tanpa disadari. Padahal informasi yang dibagikan tersebut akan digunakan untuk tujuan kejahatan,” jelas Ziad.
Ia menegaskan, Bank Aceh tidak pernah meminta kode OTP, Personal Identification Number (PIN), kode aktivasi, maupun informasi apapun kepada nasabah untuk setiap layanan produknya.
“Kami menyediakan layanan contact center 1500845 dan telepon (0651) 22966 (hunting) yang dapat digunakan untuk dapat mengkonfirmasi setiap informasi apapun yang mengatasnamakan Bank Aceh,” ujarnya.
Selain melalui website bankaceh.co.id, informasi resmi dari Bank Aceh dapat di akses di akun instagram @bankacehofficial, twitter: @bankacehsyariah, tiktok: @bankaceh_official, dan YouTube Bank Aceh Official
“Kami menghimbau nasabah untuk dapat selalu waspada terhadap penawaran yang dapat merugikan nasabah. Apalagi saat ini Indonesia termasuk negara yang rentan terhadap serangan siber dalam berbagai platform,” imbau Ziad.
Selain itu, ia menambahkan, menurut data perusahaan keamanan Siber Surfshark, Indonesia menempati urutan ke-3 negara dengan jumlah kasus kebocoran data terbanyak di dunia. Tercatat, ada 12,74 juta akun yang mengalami kebocoran data di tanah air selama kuartal III-2022 alias yang tercatat hingga 13 September 2022.
“Data ini tentunya menjadi indikator untuk siapapun lebih waspada dalam menerima informasi apapun yang mengatasnamakan lembaga tertentu,” tutup Ziad Farhad. (*)










