Plt Sekda Aceh: Musdalub HIPMI, Momentum Konsolidasi dan Soliditas Internal

oleh -737 Dilihat

Namun demikian, kata Plt Sekda, pada jenjang pendidikan menengah atas (usia 16–18 tahun), partisipasi menurun menjadi 81,55 persen.

“Ini menjadi tantangan kita bersama, sebab pendidikan adalah fondasi utama bagi lahirnya wirausahawan muda yang berdaya saing. Hal tersebut menjadi tantangan karena tenaga kerja di Aceh banyak diisi oleh lulusan SMA sederajat (32,81 persen). Sementara, lulusan diploma atau sarjana yang terserap lapangan kerja persentasenya belum begitu besar (3,37 persen).

Oleh karena itu, sambung Plt Sekda, sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha harus terus diperkuat, dan terus mendorong lebih banyak pemuda Aceh untuk tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi menciptakan pekerjaan.

“Di sinilah HIPMI memegang peranan penting dalam membentuk mentalitas entrepreneur sejak dini. Aceh memiliki berbagai potensi sektor unggulan yang siap digarap oleh pemuda, mulai dari pertanian, perikanan, pariwisata berbasis halal, ekonomi kreatif, hingga teknologi digital,” kata Plt Sekda berpromosi.

BACA..  Ratusan Personel Polda Aceh Ikuti Donor Darah

M Nasir mengungkapkan, pada 2023, Aceh mencatatkan 424.850 UMKM, mayoritas merupakan usaha mikro. Sektor ini menyerap banyak tenaga kerja dan memberikan sumbangan signifikan bagi perekonomian daerah.

“Aceh memiliki peluang besar dari bonus demografi, pada tahun 2025, 60 persen penduduk Aceh akan berada dalam usia produktif. Ini adalah waktu yang tepat bagi HIPMI untuk memperluas pengaruhnya, bukan hanya sebagai wadah pengusaha muda, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam membentuk ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” sebut M Nasir.

Plt Sekda menegaskan, selama ini Pemerintah Aceh terus berupaya memberikan dukungan, antara lain melalui program pelatihan kewirausahaan, bantuan peralatan usaha, fasilitasi sertifikasi halal dan produk, pendampingan manajerial, serta perluasan akses terhadap pembiayaan.

BACA..  Dinamika JKA, Gubernur Mualem: Tidak Mengubah Nilai Perjuangan dan Keadilan Sosial

Selain itu, Pemerintah Aceh juga mendorong agar pemuda pengusaha masuk ke sektor-sektor inovatif dan berorientasi ekspor.

“Kami optimis, Musdalub ini semakin mempertegas kebangkitan HIPMI Aceh, yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman, lebih aktif dalam membina kader, dan lebih kuat dalam advokasi kebijakan yang berpihak kepada wirausahawan muda. Pemimpin yang akan terpilih nanti, harus mampu menjawab tantangan zaman, membangun kolaborasi lintas sektor, serta merawat semangat solidaritas dan etika berusaha yang luhur,” kata Plt Sekda.

Oleh karena itu, Plt Sekda mengajak seluruh anggota untuk menjadikan musdalub ini sebagai panggung lahirnya strategi baru dan kepemimpinan baru yang mampu mengakselerasi peran HIPMI sebagai lokomotif ekonomi daerah.

BACA..  Ratusan Personel Polda Aceh Ikuti Donor Darah

“Jadikan HIPMI sebagai rumah besar bagi para inovator, dan motor pembangunan lokal. Insya Allah, dengan semangat kolaborasi dan integritas, HIPMI Aceh akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masa depan Aceh yang lebih sejahtera dan berdaya saing. Selamat bermusyawarah, semoga berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi kemajuan HIPMI dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” pungkas Plt Sekda.

Pembukaan Musdalub HIPMI Aceh juga dihadiri oleh Wakil Sekjen HIPMI pusat, anggota DPRA, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Wakil Bupati Aceh Barat, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (*)