Aceh Utara (AD) – Ramli Jazuli,SE, melakukan klarifikasi terkait berita yang di tayang dibeberapa media online dan media cetak harian terkait pernyataan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lhokseumawe dan Aceh Utara saat datang ke dusun Sarah Raja, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara baru-baru ini.
Camat Langkahan Ramli Jazuli saat menemui awak media ini, Senin (1/11) mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi dengan kedatangan HMI ke Sarah Raja. Namun ada persoalan yang mungkin diluar fakta yang mereka sampaikan kepada media, fakta yang pertama yang di sampaikan oleh HMI, bahwa Negara Belum Hadir Bantu Warga Sarah Raja, nah yang dimaksud negara adalah pemerintah.
Lanjut Camat, sudah luar biasa pemerintah membantu warga serah raja, contohnya di sarah raja sekarang ada rumah Komunitas Adat Terpencil (KAT), rumah KAT tersebut dibangun oleh negara atau pemerintah, di sarah raja sudah punya listrik, dan jalan pun sudah pernah dibangun semasa Plt Bupati Aceh Utara Pak T. Pribadi, sebut Ramli Jazuli.
Dia menyebutkan, ada wilayah lain saat sekarang belum terjamah dengan penerangan atau listrik,” sekarang di sarah raja sudah ada listrik, sudah ada KAT, dan Jalan,” ungkapnya.
Cuma posisi geografis, katanya, maka terjadi persoalan, karena di sana ada gunung runtuh, gunung tersebut runtuh saat musim penghujan. ” Jadi persoalan itu yang perlu kita cari jalan akses, namun itu sudah kita usahakan, kami sudah membuat permohonan pinjam pakai alat berat dari Pemda, akan kami lakukan dengan swadaya, seperti jalan Langkahan yang pernah kami lakukan dengan swadaya baru-baru ini,” terangnya camat.
Menyangkut dengan Pendidikan sebutnya, “dengan kebetulan saya bulan 4 tahun 2021 dipercayakan oleh Bupati sebagai camat kecamatan Langkahan, bulan itu juga saya terjun ke lokasi Sarah Raja, maka disitu kita lihat memang ada kendalanya pendidikan, tapi berhubung keterbatasan penduduk maka tidak cukup persyaratan untuk dibangun sekolah di dusun tersebut, maka kami bangunkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM),” imbuhnya.
“Dengan adanya PKBM, maka kita bangun PAUD dan TK, jadi alhamdulillah itu sudah berjalan. Itu semuanya hasil dari swadaya kami, saya sendiri sudah mengalokasikan honor guru setiap bulannya, walaupun itu pribadi. Tapi itu namanya pekerja pemerintah yang saya lakukan, yang dilakukan pemerintah tidak hadir, saya camat, camat perpanjangan tangan bapak Bupati, berarti bukan seharusnya bapak bupati harus kesitu, kan ada saya pengganti bapak bupati. Maka jangan pernah dikatakan pemerintah tidak pernah hadir, secara fisik hadir secara infrastruktur ada walaupun masih terbatas,” ungkapnya lagi.
Tambah Camat, “kita maklumi bahwa mereka masih mengarungi sungai, tapi faktor itu faktor geografis inilah kita cari jalan akses untuk kita bangun lagi,” cetusnya.
Setau dirinya, ulama juga pernah hadir ke Sarah Raja yang dimotori oleh walet landing, pihak dinas sosial, DPR, DPRA, dan DPRK Aceh Utara, kepedulian mereka ada, tapi itulah keterbatasan sarana dan prasarana dan keterbatasan masyarakat, karena akibat dari hutan belantara, karena ada pihak-pihak luar yang mengambil lahan disitu dan lahan tersebut tidak dipergunakan secara produktif hanya mengklaim saja.
“Saya sudah perintahkan Keuchik dan dusun yang ada di Gampong Lubok Pusaka untuk mendata ulang, bagi yang tidak mengelola lahan tersebut untuk diserahkan dikembalikan kepemilikan adat, biar diserahkan kepada masyarakat yang memang mau mengelola, itu yang sudah kita lakukan, pungkasnya.(*).
Laporan : Sayed Panton











