Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya memberikan rasa aman bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat Aceh terhadap Polri.
Dalam pandangannya, Polri telah menunjukkan netralitas dalam penegakan hukum dan memberikan pelayanan tanpa membeda-bedakan status masyarakat.
Ia berharap, Polri dapat mempertahankan kinerja positif ini di tahun 2025 dan seterusnya. “Semoga Polri semakin profesional, dicintai masyarakat, dan mampu menjalankan tugas-tugasnya dengan lebih baik lagi,” pintanya.
Selain itu, ia juga menambahkan, stabilitas keamanan adalah fondasi penting bagi pembangunan daerah, termasuk Aceh. Dengan suasana yang kondusif, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir. Sementara, pemerintah dapat fokus pada program pembangunan.
“Polri di Aceh tidak hanya menjaga keamanan saat momen-momen besar seperti Pemilu, tetapi juga terus meningkatkan kehadirannya di tengah masyarakat. Pendekatan humanis dan kerja sama dengan tokoh masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan mereka,” pungkas Ketua Yayasan Tabina Aceh ini. (*)











