Para pemilik kapal, kata Ari, mengeluh karena harus menyandarkan kapalnya di luar PPI Ujong Serangga, belum lagi mengantarkan anak buah kapal (ABK) serta logistik menuju ke Pelabuhan kabupaten sekitar, sehingga membutuhkan waktu dan jarak tempuh yang lebih jauh dengan mengeluarkan lebih banyak biaya,” ungkap Ari Gunawan.
Sementara itu, lanjut Ari, proses pembangunan kolam labuh terkendala pada keterbatasan anggaran yang besar, pengelolaan PPI Ujong Serangga baru saja dialihkan dari kabupaten ke provinsi.
Ia berharap, pembangunan kolam labuh di dermaga PPI Ujong Serangga dapat segera terealisasi, karena pembangunan tersebut sudah dimulai dari tahun 2012.
“Apabila kolam labuh ini rampung, maka akan menampung lebih banyak kapal nelayan, sehingga dapat meningkatkan aktifitas nelayan. Selain itu, juga akan berimbas kepada peningkatan perdagangan di PPI Ujong Serangga,” pungkasnya. (*)











