
Fauzi Yusuf saat dikonfirmasi terkait pasca banjir di Aceh Utara mengatakan kunjungan yang dilakukan pihaknya pasca banjir fokus kepada kesehatan masyarakat, ” karena kesehatan itu pelayanan dasar yang harus kita lakukan,” ujar Wabup.
Ia juga menyebutkan 15 kecamatan yang terendam banjir, kemungkinan besar hanya 5 kecamatan masih terendam, mereka sudah bisa pulang ke rumah, tapi belum bisa tinggal di rumah, masih bisa tinggal di shelter-shelter pengungsian dan Meunasah-meunasah dan dapur umum tetep difungsikan.
“Yang paling terparah banjir di pusat pemerintahan Aceh Utara yaitu di kecamatan Lhoksukon,” ungkapnya Fauzi.
Tambahnya, kecamatan lain yang terparah ada juga seperti Langkahan, Pirak Timur, Paya Bakong, dan Samudera.
Setelah ditetapkan darurat banjir di Aceh Utara pada tanggal 2 Januari 2022, berlakunya 4 hari kedepan,” kita harapkan kepada pemerintah provinsi dan pusat agar merealisasikan anggaran untuk membantu Aceh Utara, dalam hal perbaikan tanggul yang jebol, dengan adanya bantuan anggaran tersebut masyarakat Aceh Utara tidak mengalami hal yang serupa di tahun yang akan datang,” terangnya.
Dalam kunjungan tersebut Wabup Aceh Utara turut didampingi oleh Camat Langkahan Ramli Jazuli, SE, Kapolsek Langkahan Iptu Erwin Syahputra, SH, Danramil Langkahan Kapten Inf Fakhrizal, Tim medis puskesmas Langkahan, Mukim Pinto Rimba Muhammad Hasan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tokoh masyarakat Langkahan.[]
Laporan: Sayed Panton











