Pada laga tersebut, Parma berhasil menguasai 51% penguasaan bola dan 14 tembakan ke gawang dengan 6 tepat sasaran. Gol dicetak oleh Franco Vázquez (12′) dan Drissa Camara (78′).
Untuk lawannya, Venezia melepaskan 9 tembakan ke gawang dengan 2 di antaranya tepat sasaran. Joel Pohjanpalo (44′) menjadi pencetak golnya.
Wasitnya adalah Juan Luca Sacchi.
Bos Venezia Paolo Vanoli tidak memiliki kekhawatiran kebugaran untuk datang ke pertandingan ini dengan grup yang sepenuhnya sehat untuk dipilih.
Kami pikir Arancioneroverdi dapat menggunakan sistem 4-3-3 untuk permainannya dengan Jesse Joronen, Antonio Candela, Giorgio Altare, Jay Idzes, Francesco Zampano, Gianluca Busio, Tanner Tessmann, Nunzio Lella, Dennis Johnsen, M. Egill Ellertsson dan Joel Pohjanpalo.
Bos Parma Fabio Pecchia harus memilih tim dengan ketersediaan terbatas. Drissa Camara (Masalah otot), Lautaro Valenti (Pecah Ligamen Cruciate) dan Wylan Cyprien (Cedera Tidak Diketahui) adalah nama-nama yang tidak akan masuk dalam daftar tim.
Kami berpikir bahwa I Crociati kemungkinan akan menggunakan sistem 4-2-3-1, memilih Leandro Chichizola, Woyo Coulibaly, Enrico Del Prato, Yordan Osorio, Gianluca Di Chiara, Adrián Bernabé, Hernani, Dennis Man, Simon Sohm, Adrian Benedyczak dan Ange-Yoan Bonny.
Kami berpikir Parma dan Venezia akan kesulitan mencetak gol di sini.
Hasil imbang tanpa gol sepertinya mungkin terjadi, tapi kita lihat saja apa yang akan terjadi. Itu sebabnya kami memperkirakan pertandingan ketat dengan skor 0-0 di akhir tahun 90an..(*)
Prediksi Skor Venezia vs Parma; 0-0
editor : aidil ilhamsyah
sumber : footballpredictions











