“Peringatan Maulid Nabi bukan hanya seremonial tahunan, tetapi menjadi sarana untuk meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin menanamkan nilai-nilai keislaman yang kuat kepada seluruh warga madrasah,” ujar H. Zahiri.
Dalam kesempatan tersebut, pihak madrasah juga menyalurkan santunan kepada puluhan anak yatim dari lingkungan sekitar. Santunan tersebut merupakan hasil sumbangan sukarela dari guru, pegawai, dan siswa MAN 1 Aceh Utara Plus Keterampilan sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara, H. Fadli, S.Ag., M.Si, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Drs. H. Munzir, M.Pd, serta pengawas madrasah Saidin, S.Pd dan Nurdin, S.Ag.
Para tamu undangan mengapresiasi kegiatan Maulid yang digelar MAN 1 Aceh Utara, seraya berharap agar kegiatan serupa terus dilestarikan sebagai upaya membentuk generasi berakhlakul karimah.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, santunan kepada anak yatim mencerminkan nilai kepedulian dan solidaritas sosial yang diajarkan oleh Rasulullah,” ungkapnya.(Sayed Panton)











