Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, PKS Gelar Aksi Flash Mob

oleh -232 Dilihat

Banda Aceh (AD)- Tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Partai keadilan Sejahtera Banda Aceh menggelar aksi Flash Mob di Bundaran Simpang Lima, Kota Banda Aceh, Sabtu 10 September 2022 sore.

Aksi Flash Mob ini dilakukan dengan membentangkan sejumlah poster dan spanduk terkait penolakan kenaikan harga BBM yang dinilai sangat memberatkan masyarakat.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, ST kepada awak media mengatakan, kegiatan yang kita lakukan hari ini adalah bentuk rasa simpatik warga PKS Banda Aceh terhadap kondisi masyarakat kita yang beberapa waktu lalu mendapatkan kenaikan harga BBM bersubsidi dari Pemerintah Pusat.

“Tentu kami sebagai sebagian dari masyarakat perlu menyampaikan aspirasi dengan cara simpatik dan damai. Oleh karena itu, pada hari ini diseluruh Indonesia PKS serentak melaksanakan aksi Flash Mob,” ujar Farid Nyak Umar yang juga menjabat Ketua DPRK Banda Aceh.

Penolakan kenaikan harga BBM ini, menurutnya, perlu kita suarakan. Pertama, tentu kalau argumen-argumen rakyat sudah lelah tuk disampaikan.

Tapi yang paling penting, kata Farid, kita juga sampaikan kepada pemerintah, bahwa pemerintah harus sensitif terhadap rakyat, karena kenaikan harga BBM bersubsidi ini dampaknya akan dirasakan langsung.

“Bagi yang mempunyai Istri dan keluarga pasti akan merasakan bagaimana harga-harga sembako naik sebagai dampak dari kebijakan pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi,” katanya.

Oleh karena itu, kami perlu menyuarakan hal tersebut, agar pemerintah bisa merespon keinginan publik, keinginan mahasiswa, keinginan masyarakat dan keinginan emak-emak.

Kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi ini, sebutnya, bukan hanya disektor sembako saja, tapi juga berdampak kepada kenaikan tarif angkutan, kemudian pada sektor lainnya.

“Kami menilai, apa yang dikatakan pemerintah terkait slogan “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat” justeru bisa menjadi “Pulih Lebih Lambat, Bangkit Makin Berat”, ungkap Farid.

Selain itu, ia juga mengatakan, PKS tentu punya perwakilan di parlemen DPRK Banda Aceh. Dua hari yang lalu, anggota Fraksi PKS telah menyuarakan dalam rapat paripurna yang juga saya pimpin, kita menyampaikan kepada pemerintah bahwa PKS berada bersama warga kota menolak kenaikan harga BBM bersubsidi dan meminta pemerintah untuk dapat meninjau ulang serta menurunkan.

“Sebagai pimpinan DPRK, saya juga telah menyampaikan kepada Pemerintah kota agar segera mengambil langkah strategis dan terukur, bagaimana mengantisipasi efek serta dampak dari kebijakan kenaikan harga BBM dengan turun kelapangan, pasar-pasar, agar kenaikan harga tidak seperti tidak ada pengawasan,” tutupnya. (*)