Laporan | Ahmad Fadil
Banda Aceh (AD)- Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Subulussalam (AMPES) menilai Eksekutif dan Legeslatif terkesan “Lempar Batu Sembunyi Tangan” terkait gaji guru honorer yang hanya sembilan bulan saja dibayarkan.
Selaku Ketua AMPES, Hasbi Bancin sangat menyayangkan hal itu terjadi. Padahal guru honorer adalah ujung tombak majunya mutu pendidikan di Subulussalam.
“Sangat disayangkan hal itu harus terjadi. Ini adalah wujud ketidak seriusan pemerintah dalam memajukan pendidikan di Kota Subulussalam,” ungkap Hasbi Bancin kepada media ini, Jum’at 12 Februari 2021 di Banda Aceh.
Seharusnya, kata Hasbi, eksekutif dan legeslatif yang menjadi harapan para guru honorer, dapat menuntaskan permasalahan gaji mereka. Tapi hal itu belum terwujud sepenuhnya.
“Apakah Pemerintah Kota Subulussalan tidak sepenuhnya memperhatikan dunia pendidikan, hingga gaji guru honorer tidak bisa dituntaskan,” kata Hasbi.
Selain itu, Hasbi Bancin menegaskan, pendidikan adalah garda terdepan dalam memajukan Kota Subulussalam, namun sangat disayangkan jika di negeri Sada Kata ini tidak ada gunanya.
Oleh karena itu, AMPES meminta Kepala Dinas Pendidikan dan pihak DPRK, jangan saling lempar tanggung jawab dalam permasalahan ini, lebih baik terbuka saja kepada publik.
“Eksekutif dan legislatif tidak ada yang bisa di percaya lagi. Mulai hari ini, kami atas nama Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Subulussalam menyatakan, eksekutif dan legislatif lagi tidak bisa di percaya,” tegas Ketua AMPES.
“Diakhir statemennya, ia meminta jangan ada lagi sandiwara ditengah situasi Pandemic yang sedang melanda negeri ini. Mari bersama-sama kita menjaga Kota Subulussalam yang kita cintai ini,” tutup Hasbi Bancin.











