Wan mengaku hubungan dirinya dengan Zulhaki sangat dekat. Bahkan, setiap malam sang anak terbiasa tidur di sampingnya. Di sela-sela aktivitas memijat dari kampung ke kampung, wajah putranya terus terbayang di pelupuk mata. Kesedihan itu semakin terasa ketika malam tiba dan tempat tidur di sampingnya kini kosong tanpa kehadiran sang buah hati.
“Ya Allah… Pat Kah Aneuk Meutuah? Ayah Sangat Merindukanmu,” ucap Bang Wan dengan suara bergetar, menahan tangis yang tak mampu lagi dibendung.
Kalimat sederhana itu menggambarkan betapa seorang ayah sedang berjuang melawan rasa kehilangan yang begitu dalam.
Sebagai orang tua dengan penghasilan pas-pasan, Bang Wan tak punya banyak cara selain berusaha mencari ke sana kemari sambil berharap ada kabar baik datang menghampiri.
Foto Zulhaki telah diunggah ke berbagai media sosial miliknya. Ia juga meminta bantuan kerabat, teman, dan masyarakat luas untuk ikut mencari atau sekadar memberi informasi apabila melihat anaknya.
Keluarga berharap kepedulian masyarakat dapat membantu mempertemukan kembali Zulhaki dengan orang-orang yang mencintainya.
Bagi siapa saja yang mengetahui keberadaan Zulhaki atau pernah melihatnya, diharapkan segera menghubungi keluarga melalui nomor Hp. 0823-1653-6135.
Di balik nomor itu, ada seorang ayah yang setiap hari menunggu telepon berdering dengan harapan kabar tentang anaknya yang kembali pulang. (R)











