Partai Mssyumi yang diidealkan umat adalah mengakomodasi semua elemen umat dari generasi muda, emak-emak, jamaah masjid, kelompok profesi, pekerja sosial, buruh pabrik, pelayan jasa transportasi online, himpunan media sosial, kelompok petani dan nelayan dan para pedagang kaki lima hingga kaum tertindas lainnya agar memperoleh perlindungan, pembinaan dan bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan yang berkeadilan.
Dalam usaha ekonomi ideal dilakukan sistem koperasi dengan melibatkan peran serta warga masyarakat setempat hingga hasilnya dapat dibagikan secara proporsoonal dengan pengurus, untuk organisasi, inpag untuk masjid, anak yatim piatu dan beasisws serta kas organisasi dapat dipergunakan untuk pinjaman bagi anggota yang membutuhkan dengan jasa setengah dari bunga bank.
Semua aktivitas kegiatan Partai Masyumi semua diupayakan berbasis online untuk memperlancar, memperluas jaringan keanggotaan dan sosialisasi program yang juga saling berkaitan antara aktivitas dan kegiatan yang satu dengan aktivitas dan bidang usaha maupun kegiatan yang lain.
Bagi kawula muda perlu mendapat perhatian khusus akan terutama yang berkaitan dengan bakat dan minat mereka mulai dari yang bersifat hobby seperti haiking, mancingmania, motor cross, sepak bola hingga penggemar sepeda santai layak memperoleh tempat dan ruang untuk dikembangkan secara positif bukan hanya untuk menangkal sikap dan sifat nefatif guna mengarahkan kawula muda menjadikan hobbynya itu sebagai kerjaan yang profesional atau semacam pilihan hidup yang bisa nemberi penghasilkan untuk biaya hidup yang layak.
Potensi umat Islam yang ramai menjagi pegguna dan pembaca media sosial dapat lebih maksimal manfaatnya jika dikelola dan diorganisir dengan baik menjadi potensi organisasi (partai) bersama segenap elemen dan kembaga pendukungnya supaya dapat memperkuat keberadaan partai dalam merekatkan elemen yang satu dengan elemen lainnya. Sebab model dari tata kelola yang terpadu seperti itu merupakan cara untuk merekatkan ikatan jebersamaan yang selams ini menjadi kelemagan utama organisasi atau partai politik umat Islam.
Atas dasar kesadaran ini maka fokus Partai Masyumi dalam teknis dan strategis pengorganisasian ialah merekatkan elemen yang satu dengan elemen lainnya. Oleh karens itu, semboyan oleh umat, dari umat dan untuk umat dapat ditealisasikan mulai dari keperluan primer hingga kebutuhan skunder harus dapat diusahakan, dilakukan dan diwujudkan hingga bisa dinikmati oleh umat tanpa ketergantungan pada pohak lain. Misalnya untuk keoerluan katering, akat tulis bahkan keperluan rumah tangga harus mampu dilayani sendirj oleh unit yang berada dalam lingkup koperasi milik orfanusasi atau Partai Masyumi. Hanya dengan begitu essensi dari kedaulatan dan kemandirian serta kepribadian ( terjagsnya moral dan etika yang berakhkak mulua) dapat terjaga dan terpelihara dengan baik. Sehingga dampak positif dari sistem pengelolaan seperti itu bisa ikut menumbuhkan budaya yang bersifat kekeluargaan, semangat kebersamaan serts (solidaritas) gotong royong.
Pada akhirnya pemahaman serta penghayatan serta pengamalan Pancasila dengan sendiri mampu diwujudkan, tidak cuma sekedar hafalan belaka bagi segenap jemaah yang menjadi anggota atau sekedar pendukung dari Partai Masyumi.
Artinya, Partai Masyumi tak perlu hadir jika cuma hendak dijadikan tumpangan ambisi politik belaka. Karena Partai Masyumi yang diidealkan umat Iskam adalah mengusung misi dan visi umat yang selama ini tak mendapat tempat apalagi berharap memperoleh perhatian dari partai politik maupun organisasi sejenis yang ada. Konsekuensinya itulah penyebab dari partai politik yang selama ini mengklaim sebagai wadah aspirasi umut terus keok, meski umat yang diklaim jumlahnya mayoritas. Persis seperti partai buruh yang tidak pernah menjadi diidolakan oleh kaum buruh. *
Banten, 12 Maret 2020
Jacob Ereste, Pemerhati Politik Dan Budaya













