Mualem Instruksikan Jajarannya Tidak Terpengaruh Ajakan Syekhi

oleh -710 Dilihat

Laporan | Ahmad Fadil

Banda Aceh (AD)- Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat menginstruksikan kepada seluruh jajaran Partai Aceh, Mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Masyarakat Aceh agar tidak terpengaruh dengan ajakan Fani Usman alias Syeuki pada 26 Maret 2021 mendatang.

Instruksi ini disampaikan oleh Ketua KPA Pusat Muzakir Manaf yang juga akrab disapa Mualem, Sabtu 20 Maret 2021 di Banda Aceh.

Menurut Mualem, jajarannya jangan terpengaruh dengan ajakan Fani Usman alias Syeuki yang mengklaim dirinya sebagai Ketua anggota Australia Association untuk menggelar aksi menurunkan Wali Nanggroe Aceh pada tanggal 26 Maret 2021 mendatang,” tegas Mualem yang juga mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka ini.

BACA..  Rp 2,5 Triliun Dana Kementan untuk Bencana, Pemerintah Aceh kelola Rp 9,7 Miliar ‎

“Rencana aksi demo menurunkan Wali Naggroe Aceh yang dilontarkan oleh seorang pria yang mengaku sebagai juru bicara Gerakan Aceh Merdeka wilayah Australia, sangatlah tendensius dan sangat merusak citra perdamaian Aceh saat ini,” tegas Mualem yang juga mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka.

Kata Mualem, Syeuki sengaja menggiring opini negatif ke publik dengan menciptakan politik nengadu domba antar sesama elemen masyarakat dengan Gerakan Aceh Merdeka khususnya di Aceh. Apalagi rencana aksi demo ini akan menimbulkan kerumanan orang di tengah Pandemi Covid -19, maka sudah pasti akan menimbulkan pelanggaran Protokol kesehatan (Prokes).

BACA..  Rp 2,5 Triliun Dana Kementan untuk Bencana, Pemerintah Aceh kelola Rp 9,7 Miliar ‎

“Belum lagi bicara soal ketimpangan ekonomi yang sangat dirasakan oleh masyarakat Aceh di tengah wabah sekarang ini,” ujar Ketua KPA Pusat ini.

Selain itu, kata Mualem, ancaman pengerahan massa yang sempat dilontarkan oleh Syeuki beberapa waktu yang lalu, saat ini telah menjadi polemik. Pasalnya, sebagian peserta yang diajak aksi tersebut mengaku diiming-imingkan sejumlah uang.

“Seruan aksi demo yang dilontarkan Syeuki sangat berinteraksi terhadap proses perdamaian Aceh yang telah dirawat selama satu dekade ini. Sementara, Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al Haytar telah berusaha berbuat yang terbaik, salah satunya, dengan terus memperjuangkan segala bentuk keputusan Aceh yang termasuk dalam butir-butir perjanjian damai Helsinki,” ungkap Mualem.

BACA..  Rp 2,5 Triliun Dana Kementan untuk Bencana, Pemerintah Aceh kelola Rp 9,7 Miliar ‎

Diakhir statemennya Mualem melontarkan pertanyaan kepada Syeuki, apa kontribusi positif yang telah dilakukan terhadap pembangunan di Aceh. Pasalnya, selama ini Syeuki sengaja mencari sensasi dengan melontarkan pernyataan kontroversial untuk memecah belah elemen masyarakat Aceh khususnya internal mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka.

“Meunyoe han ek kapeulaku, bek kajak peunhancoe. Jika diartikan, kalau tidak sanggup berbuat, jangan di hancurkan),” pungkas Mualem. (Sumber Aceh Jurnal)