Kapolda Aceh Letakkan Batu Pertama Pembangunan Satpas SIM Polres Pidie Jaya

oleh -250 Dilihat

Berdasarkan hal tersebut, untuk meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat, Polres Pidie Jaya saat ini telah memasuki tahap pembangunan gedung pelayanan lantas atau gedung satpas SIM yang diawali peletakan batu pertama oleh Kapolda Aceh.

Pembangunan gedung satpas ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam proses penerbitan SIM baru maupun perpanjangan semua kategori yang berbasis IT dan yang perdana di Polda Aceh.

BACA..  Pemerintah Aceh Evaluasi Kelangkaan, SBA Tambah Pasokan Semen Andalas

Dodon juga menyampaikan, anggaran pembangunan gedung pelayanan lantas itu bersumber dari APBN tahun 2023 dengan nilai kontrak Rp24.790.432.787 miliar serta dikerjakan oleh PT Jumindo Indah Perkasa selaku kontaktor pelaksana dengan masa pelaksanaan 150 hari.

Ia berharap, pelayanan lantas berupa Satpas SIM ini dapat memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat Aceh, khususnya masyarakat di Pidie Jaya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Aceh Kombes M. iqbal Alqudusy menyampaikan, Kapolda Aceh resmi meletakkan batu pertama pembangunan Satpas SIM Polres Pidie Jaya.

BACA..  Kapolda Aceh Tinjau Kerusakan Rumah Dinas Aspol Lamteumen Akibat Angin Kencang

Menurutnya, hal ini dilakukan juga sebagai program Direktorat Lalu Lintas Aceh, yaitu sebagai wujud polisi lalu lintas hadir untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terkait pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) baru dan perpanjangan.

Mantan Kabid Humas Jawa Tengah itu berharap, Satpas SIM di Pidie Jaya ini dapat mempermudah dan mempercepat proses administrasi terkait pengurusan SIM bagi masyarakat.

BACA..  Densus 88 AT Polri dan Dispora Aceh Satukan Langkah Bentengi Generasi Muda 

“Dengan adanya Satpas SIM ini, masyarakat tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh ke tempat lain untuk mengurus SIM, sehingga bisa menghemat waktu dan biaya. Selain itu, pengurusan SIM di Satpas juga lebih efisien dan transparan, sesuai dengan aturan yang berlaku,” demikian, pungkas Iqbal. (*)