
Sementara itu, Ketua fraksi Partai Aceh DPRK Aceh Utara Teuku Otman yang lebih dikenal oleh masyarakat Ayah Ot mengucapkan terimakasih kepada mantan Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib yang telah mendengar usulan dirinya terhadap kepentingan masyarakat untuk di rehabnya jalan Panton Labu-Langkahan.
Ayah Ot juga mengharapkan kepada Pj Bupati Aceh Utara Azwardi Abdullah agar melanjutkan jalan yang belum terealisasi selama ini di wilayah Aceh Utara bagian Timur.
Teuku Otman juga menghimbau kepada pedagang kaki lima dan pedagang makanan agar mengikuti aturan-aturan dari Muspika Tanah Jambo Aye, dan para pedagang supaya air cuci piring yang mengandung sabun jangan lagi dibuang ke bahu dan badan jalan.
“Air cuci piring jangan lagi dibuang ke bahu dan badan jalan, karena air cuci piring yang mengandung sabun itu sangat berbahaya dan bisa merusakkan badan jalan,” terangnya Ayah Ot.
Dan dirinya juga meminta kepada masyarakat agar parkir ditertibkan, baik pun kepada hal-hal yang lain. Pada intinya tetap mengikuti aturan-aturan yang dikeluarkan oleh muspika.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Khairil Anwar H. Afan pemilik toko dan pedagang di Panton Labu saat ditemui oleh media ini, dimana dirinya sangat-sangat puas dengan di rehabnya jalan di pusat kota Panton Labu,” terutama kami selaku warga Kota Panton Labu mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Dinas PUPR yang telah merehab jalan Perdagangan Kota Panton Labu,” ujarnya.
Lanjutnya, Jalan yang direhab ini sangat bagus,rapi, dan asri, alangkah baiknya ketika pedagang kaki lima mulai berjualan kembali, tolong kepada pihak yang berwenang ditata kembali sedemikian rupa. Kenapa ?, biar kesemrawutan yang selama ini terjadi di kota Panton Labu bisa hilangkan dengan tatanan letak pedagang kaki lima yang sedemikian rupa.
“Lapak pedagang kaki lima sehabis jualan di bongkar atau dipindahkan ketempat lain, jangan selamanya disitu, karena enggak elok dan enggak bagus pemandangan kota kalau tidak dipindahkan,” harapnya Tim DOB Kota Panton Labu ini.
Dirinya juga mengharapkan kepada pedagang makanan yang berjualan malam di kota Panton Labu agar air ampas dari air cucu piring jangan lagi dituangkan atau dibuang ke bahu jalan atau badan jalan, karena efek dari air cuci piring yang mengandung sabun itu sangat parah dan lama kelamaan aspal bisa terkelupas.
“Mari sama-sama kita menjaga dan merawatnya,” pungkasnya Khaidir Anwar H. Afan.
Indra JW selaku pengguna jalan Panton Labu – Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan yang ditemui oleh media ini mengatakan dengan di rehabnya jalan ini, pengguna jalan yang berlalu-lalang sangat bersyukur, dimana yang dulu jalan tersebut rusak parah,”alhamdulillah pemerintah Aceh Utara sudah mendengar aspirasi rakyat dan hari ini masyarakat sudah tidak khawatir lagi untuk melintas jalan tersebut,’ ujarnya.
“Agar pihak tertentu jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk pembodohan-pembodohan publik untuk melakukan pencitraan tapi yang kita butuhkan sinergitas antara DPRK, DPR Aceh, dan DPR RI, khususnya untuk masyarakat,” tambah Teuku Otman yang juga Ketua CDOB Kota Panton Labu ini.(Sayed Panton).










