Bireuen (AD) – Serbuan vaksinasi yang gencar dilakukan di Kabupaten Bireuen, ternyata tidak menarik minat bagi warga Kecamatan Jeumpa, yang enggan melakukan penyuntikan obat kekebalan tubuh itu, meskipun saat ini masih gratis, tidak jauh beda dengan warga kecamatan lainnya.
Dalam Serbuan vaksinasi yang dipusatkan di Kantor Camat Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Senin (19/7) hanya diminati segelintir warganya, yang hanya mencapai 120 orang yang disuntik vaksin. Padahal seluruh desa sudah diumumkan di meunasah-meunasah untuk bisa menyuntik Vaksin di kantor Camat Jeumpa.
Tidak mengherankan, jika di lokasi penyuntikan tidak banyak orang yang datang untuk divaksin, apalagi warga desa yang rumahnya jauh di pedesaan, belum lagi berita hoex yang banyak beredar di medsos. Di lokasi itu, hanya tampak petugas medis dari UPTD Puskesmas Jeumpa termasuk vaksinator dan sejumlah aparat keamanan.
Adanya dugaan kurangnya minat warga untuk divaksin, menyusul sosialisasi lemahnya sosialisasi vaksinasi, yang menjadikan warga desa masih di dera was-was dan takut di vaksin jenis Sinovac itu. Maka, tidak mengherankan, jika hanya sekitar 120 orang saja yang bersedia datang untuk melakukan vaksinasi di Kantor Camat Jeumpa.
Camat Jeumpa, Erry Seprinaldi, S.STP, S.Sos, M.Si yang ditanyai media ini, Selasa (28/7) tidak mengelak jika warganya masih enggan disuntik vaksin, dikarenakan pengaruh berita-berita hoax di media sosial, yang akibatnya hanya 40-50 orang yang bersedia di vaksinasi waktu itu.“Tapi kali ini, sudah mengalami peningkatan dibandingkan dulu-dulunya, yang divaksin di Kantor Camat Jeumpa mencapai 120 orang, termasuk beberapa diantaranya Keuchik,” ujar Erri yang baru saja dilantik sebagai Camat Jeumpa yang baru.












