Klarifikasi Soal Isu “Miring” Aceh Vespa Festival

oleh -211 Dilihat

Banda Aceh (AD)- Aceh Vespa Festival 2023 yang berlangsung sejak 28-30 Juli 2023 berjalan lancar. Namun selama pelaksanaanya muncul informasi “miring” dan seyogianya perlu diluruskan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, selaku penyelenggara acara.

Kadisbudpar Aceh Almuniza Kamal melalui Kabid Pemasaran, T Hendra Faisal menjelaskan Aceh Vespa Festival ini digelar lantaran dampak promosi pariwisata yang dilakukan pada tahun sebelumnya ikut berdampak baik terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh. Oleh karena, itu usulan komunitas vespa untuk menyelenggarakannya kembali pada tahun ini coba diakomodir pemerintah.

“Alhamdulillah, antusiasme partisipan Aceh Vespa Festival 2023 sangat positif. Hal itu ditunjukkan dengan jumlah peserta yang terlibat mencapai 1.200 scooterist atau jauh lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, berkat kolaborasi yang ciamik, peserta yang hadir kali ini dari sejumlah daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Palembang, Sumatera Utara, Pekanbaru dan berbagai komunitas vespa se-Aceh,” kata Hendra, Rabu, 2 Agustus 2023.

BACA..  Baitul Mal Aceh Serahkan Bantuan untuk Keluarga Korban Tenggelam di Ujong Batee

Menurutnya, tren pariwisata saat ini bukan lagi secara individu, melainkan sudah berbasis berkelompok, komunitas hingga keluarga. Oleh sebab itu, festival ini digelar untuk mendukung industri pengembangan pariwisata berbasis komunitas, serta menggerakkan perekonomian dan memberdayakan masyarakat.

“Setiap event pariwisata berbasis komunitas itu pasti memiliki dampak multiplier effect ekonomi kepada masyarakat. Di Aceh Vespa Festival ini, kita tidak hanya melibatkan komunitas vespa sebagai media promosi kebudayaan dan pariwisata Aceh, melainkan juga ada pergerakan perekonomian masyarakat di dalamnya,” ungkap Hendra.

BACA..  Kapolda Aceh Tinjau Kerusakan Rumah Dinas Aspol Lamteumen Akibat Angin Kencang

“Contohnya, di event ini kita turut melibatkan 33 stan UMKM kuliner dan pelaku ekonomi kreatif. Ada sekitar seribuan lebih SDM yang ikut merasakan dampaknya dari kegiatan ini, diantaranya ada ratusan pelaku seni, serta SDM dari pihak ketiga penyedia jasa pendukung acara (sound, lighting, alat musik, tenda, stan, baliho, multimedia, dekorasi panggung) di venue utama Taman Sulthanah Safiatuddin. Tak hanya itu, juga ada pelibatan UMKM masyarakat setempat dan warga Desa Ladong, Aceh Besar untuk penyediaan khanduri kuah beulangong di lokasi cagar budaya Benteng Indrapatra,” papar Hendra.

BACA..  Baitul Mal Aceh Serahkan Bantuan untuk Keluarga Korban Tenggelam di Ujong Batee

Oleh demikian, Aceh Vespa Festival ini bukan hanya sekadar kegiatan konvoi semata seperti isu yang berkembang melainkan juga terdapat unsur pelestarian budaya (eksplorasi cagar budaya), promosi pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Aceh.

“Intinya, melalui event Aceh Vespa Festival ini, Kami (Disbudpar Aceh) ingin menginformasikan masyarakat luar bahwa Aceh memiliki destinasi wisata dan ragam budaya yang menawan serta aman dan nyaman, dan sangat layak dikunjungi oleh komunitas vespa (otomotif) dan wisatawan lainnya. Yang paling penting, sudah menjadi kewajiban kami pada setiap event yang dibuat pasti menghadirkan UMKM dan ekonomi kreatif, serta turut melibatkan pemberdayaan perekonomian masyarakat Aceh,” tuturnya.