MEULABOH (MA) — Video mesum yang memperlihatkan sepasang sejoli di Aceh Barat, viral di media sosial. Hal ini membuat berbagai kalangan di Aceh Barat gaduh dan angkat bicara terkait kinerja Satpol PP dan WH setempat, Jum’at (31/1/2025).
Forum Masyarakat Aceh Barat (FORMAT) meminta Pj Bupati Aceh Barat Azwardi untuk mengevaluasi atau menindak tegas Kasatpol PP dan WH Aceh Barat karena dianggap lalai dalam penerapan syariat islam di Kabupaten yang berjuluk Kota Tauhid Sufi.
Fajar Hendra Irwan Ketua FORMAT Aceh Barat menilai lemahnya pengawasan dan kinerja Satpol PP dan WH setempat sangat lemah dalam pengawalan penerapan nilai-nilai syariat islam di Kabupaten setempat.
Seharusnya kata Fajar, Satpol PP dan WH setempat harus mengawasi setiap café-café yang ada di Kabupaten setempat. Bukan setelah adanya masalah atau kasus baru melakukan penertiban.
“Satpol PP dan WH Aceh Barat harus bertanggung jawab atas persoalan ini. Karena dengan adanya kejadian seperti ini kita menilai lemahnya peran satpol PP dan WH setempat dalam menjaga arti dan makna kota tauhid sufi tersebut dalam mengawal penerapan nilai-nilai syariat islam di Aceh Barat,”tegas Fajar Hendra Irwan.
Kata Fajar, Pada tahun 2021 dilokasi wisata Desa Suak Indrapuri juga pernah dilakukan pembongkaran paksa disalah satu café sehingga ditemukan alat kontrasepsi.
“itu bukti nyata ditemukan alat kontrasepsi ketika pembongkaran paksa pada tahun 2021 lalu, seharusnya Satpol PP dan WH berkaca dari kejadian sebelumnya, daerah tersebut rawan maksiat, seharusnya pengawasan lebih diperketat bukan setelah viral di pemberitaan atau media sosial baru turun kelapangan,”imbuhnya.











